Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Industri Halal

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 22:55 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah sedang menyiapkan insentif pajak yaitu tax holiday, tax allowance, super tax deduction, sampai insentif fiskal kepabeanan untuk kawasan industri halal di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan industri halal dalam negeri.

"Insentif digunakan untuk mendorong investasi dan ekspor produk halal. Kita bisa menggunakan tax holiday, tax allowance, dan jika industri membutuhkan, atau yang masuk ke area yang dikembangkan, mereka bisa diberikan bentuk dukungan kepabeanan dan cukai.," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar daring bertajuk “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” yang berlangsung, Sabtu (24/10).

Dukungan fiskal diberikan untuk meningkatkan competitivenes dengan kemampuan untuk menembus pasar ekspor maupun meningkatkan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Total nilai potensi ekspor makanan halal Indonesia mencapai US$ 229 juta. Produk-produk ini diekspor ke 29 negara mayoritas Muslim yang tentunya masih bisa ditingkatkan. Sepuluh produk makanan halal ini kalau dilihat yang paling besar adalah margarine yang masih berhubungan dengan crude palm oil (CPO) dan turunannya.

"Tentu kita masih memiliki peluang besar untuk pangsa ekspor kita hingga 61% yang mestinya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan beberapa produk," ucap Sri Mulyani .

Adapun 10 jenis makanan ini, margarine, wafer, biskuit, nanas olahan, kopi kemasan, ekstrak kopi, ekstrak malt, saus, makanan bayi, roti dan kue merupakan produk-produk yang memang dikonsumsi oleh berbagai negara terutama negara mayoritas berpenduduk Muslim.

Sri Mulyani mengatakan pemerinta juga akan melakukan percepatan pengembalian kelebihan membayar pajak atau restitusi. Penggunaan sistem teknologi dan informasi dan manajemen risiko yang lebih baik.

Sementara itu insturmen dari sisi bea cukai yaitu pembebasan/ pengembalian bea masuk kepada perusahaan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), bea masuk ditanggung pemerintah kepada industri tertentu, dan sebagainya. Kemudian insentif dari fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN) antara lain pengurangan PPN untuk barang modal, pelayanan kesehatan dan pendidikan, pelayanan sosial dan jasa ekspor.

Sedangkan fasilitas-fasilitas khusus untuk mendukung produk halal seperti fasilitas di kawasan ekonomi khusus, fasilitas di kawasan bebas atau free trade zone, serta fasilitas di kawasan industri.

Ia juga mengatakan sistem pajak dan kepabeanan dijalankan secara sinergi sehingga wajib pajak tidak perlu mengurus pengajuan insentif secara terpisah. Kementerian Keuangan sedang membangun single submission document.

“Sehingga wajib pajak tidak dipusingkan dua instansi yang selama ini meminta persyaratan berbeda,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN