Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona baru yang berasal dari Tiongkok.

Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona baru yang berasal dari Tiongkok.

Pemerintah Siapkan Instrumen Fiskal untuk Geliatkan Sektor Pariwisata

Novy Lumanauw, Selasa, 25 Februari 2020 | 15:38 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menyatakan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah konkret melalui penerapan kebijakan fiskal untuk meningkatkan aktivitas perekonomian nasional, khususnya industri pariwisata yang sangat terpukul akibat merebaknya virus korona baru yang berasal dari Tiongkok.

Presiden Jokowi mengungkapkan, pemerintah akan menggunakan instrumen fiskal untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata di  Pulau Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan  Riau yang  selama ini dikenal banyak dikunjungi  wisatawan  asal Tiongkok. “Kita akan memutuskan langkah-langkah kebijakan fiskal dalam mendorong ekonomi kita, baik dari sisi konsumsi, investasi, dan dalam meningkatkan kembali sektor pariwisata, terutama di Bali, di Sulawesi Utara, dan di Kepulauan Riau. Daerah-daerah destinasi wisata ini banyak dikunjungi turis-turis dari RRT," ujar Presiden di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk mengatasi tekanan akibat penurunan kunjungan wisatawan dari Tiongkok, Presiden juga minta agar dimaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri atau MICE di daerah-daerah tersebut ditingkatkan. Selain itu, ditingkatkan promosi yang menyasar ke pasar wisatawan manca negara yang sedang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi Tiongkok, Korea, dan Jepang yang sedang terkena wabah korona.

Presiden Jokowi mengatakan, insentif yang akan diberikan pemerintah diterapkan secara bersamaan agar dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi. “Saya minta agar insentif dan upaya mendorong ekonomi ini dilakukan secara bersamaan dan saling dukung-mendukung,” katanya.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN