Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1).

Presiden Jokowi di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1).

Pemerintah Siapkan Labuan Bajo Sebagai Lokasi KTT G20

Novy Lumanauw, Senin, 20 Januari 2020 | 13:51 WIB

MANGGARAI BARAT, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian besar pada pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungannya kali ini adalah untuk melihat secara langsung pengembangan salah satu destinasi wisata prioritas Labuan Bajo yang akan dipersiapkan pemerintah sebagai lokasi KTT G20 tahun 2023 mendatang.

Dalam rapat koordinasi Kementerian/Lembaga terkait, termasuk dengan provinsi dan dengan kabupaten, Presiden Jokowi menekankan berbagai aspek dalam pengembangan Labuan Bajo. Hal ini untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan telah siap sebelum dipromosikan.

"Ini sebuah pekerjaan yang besar yang harus kami selesaikan akhir tahun ini yaitu memperbaiki produk yang ada di sini. Infrastruktur, landscape, sampah, air baku yang juga kurang, semuanya ini kami siapkan dan kami harapkan akhir tahun ini selesai. Sehingga 2021 itu langsung Kementerian Pariwisata bisa promosi besar-besaran," kata Presiden Jokowi di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa hal terpenting dari pengembangan Labuan Bajo adalah karena Indonesia menyiapkannya untuk sejumlah agenda internasional. Untuk diketahui, pada tahun 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20.

"Tetapi yang paling penting juga kami ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023. Sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan, disiapkan mulai dari sekarang," kata Presiden.

Penataan Labuan Bajo

Pada rapat koordinasi, Presiden Jokowi bersama jajaran membahas sejumlah hal teknis berkaitan dengan beberapa isu di Labuan Bajo. Untuk persoalan sampah, Presiden mengatakan, penanganan sampah akan dilakukan baik untuk sampah di laut maupun di darat.

"Dua, jadi sampah yang ada di laut dan sampah yang ada di darat. Yang ada di laut tadi sudah diputuskan kami akan kirim di sini kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kami juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo," tegasnya.

"Yang di darat nanti Kementerian PU akan mempersiapkan incinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya. Dan juga yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah," tambahnya.

Sementara itu untuk keluhan soal ketersediaan air baku, Presiden menyebut sudah ditambah 100 mililiter/detik. Kementerian PU juga disebutnya tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi.

Adapun soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahunnya.

"Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kami sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kami ragu semuanya sudah kami tutup," jelasnya.

Labuan Bajo memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Presiden berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

"Kami harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kami harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak,” kata Presiden Jokowi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA