Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (IST)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (IST)

Pemerintah Targetkan Bangun 30 Unit Pusat Persemaian

Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:27 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta dengan dukungan keterlibatan swasta dan BUMN, tengah membangun 30 pusat persemaian di berbagai provinsi di Tanah Air.

Salah satunya, KLHK dan Kementerian PUPR bekerja sama dengan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyediakan lahan 10-15 hektare di Kawasan Liang  Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagai lokasi pusat persemaian dengan kapasitas 10 juta batang pohon per tahun. Bibit yang akan diproduksi antara lain kasturi, meranti, ulin, durian, petai, aplukat, jengkol, sawo, dan lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa pola kerja sama public private partnership (PPP) antara pemerintah, BUMN, dan swasta sangat penting dalam mendukung pembangunan persemaian berskala besar di berbagai provinsi.

“Perintah ini sudah ditegaskan tahun 2019 dan secara bertahap terus kami persiapkan. Kami juga telah melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa pembangunan pusat persemaian telah berlangsung dan sedang disiapkan dan dalam pelaksanaan,” ujar Siti Nurbaya, dalam pidato sambutan acara penandatanganan Nota Kesepahaman Pembangunan Pusat Persemaian di Liang Anggang, Banjarbaru, Kalsel, dikutip Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Adaro Energy (ADRO) Bangun Pusat Persemaian di Banjarbaru, Kalsel

Menurut dia, hal yang selalu ditekankan oleh Presiden Jokowi, tindakan nyata dan implementasi menjadi kunci utama dalam upaya terus menjaga dan penanganan kondisi pascapandemi Covid-19 untuk terus tetap bergerak membangun dalam pemulihan ekonomi, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta melakukan pemulihan lingkungan hidup.

“Semua pemangku kepentingan harus meningkatkan tindakan nyata juga untuk mengatasi krisis global, termasuk iklim keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan, serta circular economy. Kita harus dapat berbagi dan memobilisasi inovasi, teknologi, pengetahuan, dan sumber daya keuangan,” imbuhnya.

Perkembangan 2022

Pada kesempatan tersebut, Siti Nurbaya pun memberikan gambaran perkembangan pembangunan pusat persemaian di Tahan Air hingga tahun 2022. Pertama, persemaian Rumpin, Jawa Barat, saat ini sudah diresmikan dan beroperasi. Persemaian ini merupakan kerja sama antara KLHK, PUPR, dan  APRIL Group.

Kedua, pusat persemaian di Danau Toba, Sumut, konstruksinya sudah selesai. Selanjutnya, pusat persemaian di Likupang, Sulut, juga konstruksinya sudah selesai. Sementara itu, pusat persemaian di Labuan Bajo, NTT, dalam finishing konstruksi.

Kemudian, pusat persemaian di Mentawir, Ibu Kota Negara (IKN), Kaltim, sedang dalam pematangan tanah dan paralel sedang dilakukan konstruksi secara simultan. Proyek ini merupakan kerja bersama KLHK, PUPR, dan Indo Tambangraya Megah.

Kemudian, ada persemaian di Mandalika, NTB, sedang dalam persiapan lahan. Selanjutnya, pusat persemaian khusus mangrove di Bali, sedang dalam masa konstruksi dan segera selesai dibangun.

“Terus, yang di Kalimantan Selatan (Liang  Anggang, Kota Banjarbaru), ini yang sekarang sedang kita launch. Terima kasih Pak Boy (panggilan Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir), terima kasih Adaro,” kata Siti.

Kemudian, persemaian di Sumatera Selatan dalam proses segera berlangsung, hasil kerja sama KLHK, PUPR, dan Sinarmas Group. Kemudian, pusat persemaian di Sulawesi Tenggara dalam proses segera dilaksanakan, merupakan kerja sama KLHK, PUPR, dan Vale, serta menyusul di Sulawesi Tengah juga dalam persiapan.

“Saya telah melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa lokasi untuk semua provinsi sampai dengan 30 unit disiapkan oleh KLHK dan bekerja bersama dengan PUPR untuk dukungan sistem pengairannya. Karena untuk pertama, faktor ketersediaan air sangat sangat penting. Dan untuk itu, konstruksi pembangunannya dikerjakan bersama dengan swasta, atau BUMN dalam pola PPP,” tuturnya.

Baca juga: Jokowi dan Pemred Tinjau Lokasi Persemaian Mentawir

Carbon Offset

Menteri LHK juga menyampaikan bahwa pembangunan 30 pusat persemaian dengan pola kerja sama PPP di Tanah Air akan dapat terus dikembangkan dalam orientasi untuk penurunan emisi karbon (carbon offset).

Karena itu, KLHK pun sedang membantu untuk memikirkan dan mempersiapkannya. Langkah ini disebutnya berkaitan erat dengan langkah-langkah Indonesia dalam merespons kondisi global.

“Tadi, saya sudah sampaikan bahwa isu pokoknya adalah sustainabliilty,  biodiversity, pencemaran, dan circular economy, dalam hal ini terkait dengan limbah dan sampah,” ungkap Siti Nurbaya.

Pada konteks tersebut, Indonesia telah menegaskan agenda Indonesia FoLU Net-Sink 2030 sebagai aksi mitigasi yang menunjukkan ambisi aksi iklim dalam pelaksanaan target kinerja melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis, sehingga dapat memberikan contoh kejujuran dalam komitmen dan bukan hanya sekedar janji.

Indonesia FoLU Net-Sink 2030 memberikan arah pembangunan yang sangat fokus dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan. Seluruh program kegiatan memiliki indikator dan kesatuan volume unsur yang sama, yaitu ton CO2 ekuivalen,” imbuhnya.

Indonesia FoLU Net-Sink 2030  nantinya juga diharapkan tidak hanya dapat mencapai target dalam penurunan emisi gas buang, namun sekaligus dapat dijadikan momentum untuk mempercepat peningkatan kualitas dan penguatan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com