Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Pemerintah Targetkan Investasi Rp 800-900 Triliun

Rabu, 8 Juli 2020 | 16:12 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com) ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, selain mendorong demand, pemerintah menargetkan investasi sekitar Rp 800-900 triliun.

Pemerintah tengah menyisir realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang ditargetkan mencapai Rp 1.400 triliun.

Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV, Selasa (7/7) malam. Program berlabel Geliat Ekonomi di New Normal yang ditayangkan secara live itu dipandu Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH), Primus Dorimulu.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perbincangannya dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam acara Special Dialogue, Selasa malam (7/7/2020). Sumber: BSTV
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perbincangannya dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam acara Special Dialogue, Selasa malam (7/7/2020). Sumber: BSTV

Menurut dia, beberapa proyek sempat terhambat karena teknisi ahli dari luar negeri yang menangani proyek tersebut tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia akibat Covid-19. Namun, setelah melalui pembicaraan dengan pemimpin negara-negara anggota Asean, pemerintah mendorong essential travel di mana perjalanan orang diperbolehkan untuk kbeutuhan tertentu.

Kecuali itu, kata Airlangga Hartar to, pemerintah menyasar investasi, terutama untuk industri padat kar ya. Untuk menarik investasi, pemerintah masih merumuskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang diharapkan bisa memangkas perizinan investasi, memudahkan penataan ruang, memberikan jaminan kepada tenaga kerja, dan mentransformasi perekonomian secara keseluruhan.

“Untuk membangun industri padat karya tersebut, pemerintah juga akan menciptakan kawasan industri (KI). Investor bisa menyewa tempat, seperti di KI Batang,” tutur dia.

Dari sisi ekspor, menurut Airlangga, ekspor mungkin belum menjadi andalan. Ekspor baru bisa dilakukan kepada negara-negara yang telah pulih dari pandemi Covid-19.

“Negara-negara tersebut belum banyak jumlahnya. Karena itu, ekspor baru bisa benar-benar pulih dalam 1-2 tahun ke depan,” ujar dia.

Namun demikian, Indonesia bisa memanfaatkan pasar di Asean yang cukup besar. “Kita perlu memperluas pasar Asean. Ini menjadi penting daripada tahun-tahun sebelumnya. Kami juga berbicara dengan pemerintahan Inggris yang setelah Brexit ingin menemukan mitra strategis, seperti Indonesia. Kita harus mendorong bilateral trade ini,” tegas dia.

Dia menambahkan, pemerintah juga akan mencari pasar-pasar ekspor nontradisional, seper ti Afrika. Di luar itu, pemerintah masih mencari potensi setiap produk dan setiap negara untuk menjadi pangsa pasar ekspor Indonesia. Pemerintah pun akan mendorong penggunaan produk dalam negeri, seperti obat, APD,  masker, dan produk-produk untuk proyek infrastruktur nasional yang dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor, kata Airlangga, sektor yang masih tumbuh selama Covid-19 dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi antara lain jalan tol dan PSN, mamin, farmasi, logistik, dan digital. Untuk sektor digital, pada 2025 potensi sektor digital Indonesia mencapai US$ 125 miliar sehingga bisa menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi setelah Covid-19.

“Sektor-sektor yang selalu positif yaitu bidang infrastruktur umum, transportasi logistik, peralatan elektronik, packaging, mamin, farmasi, dan sektor yang terkait kelapa sawit. Nah, sektor-sektor tersebut sepanjang kuartal ini selalu positif. Yang masih turun itu restoran walaupun sudah mulai agak naik dibandingkan kuartal lalu, Jadi, efeknya sudah terlihat ada kenaikan,” papar dia.

Dia menjelaskan, sektor pariwisata juga mulai meningkat dari yang sebelumnya turun 90%, penurunannya mulai mengecil menjadi 70%. Begitu pula sektor otomotif yang sebelumnya menurun dalam, kini membaik ke 30% saja.

“Kami berharap pada kuartal III dan IV, setiap sektor usaha semakin baik,” ujar dia.

Industri 4.0

Airlangga Hartarto. Foto: IST
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto mengakui, pandemi Covid-19 menjadi pemicu penerapan industri 4.0. Dengan berkegiatan dari rumah, masyarakat banyak menggunakan produk digital dalam kese harian mereka, baik untuk pengobatan, pendidikan, pekerjaan, maupun berbelanja. Karena itu, pemerintah akan memperkuat infrastruktur digital untuk menunjang kegiatan masyarakat.

“Indonesia memiliki populasi yang terhubung ke internet sebanyak 180 juta, penggunaan layanan online sebanyak 105 juta, dan jaringan 46 sudah mencapai 97,5%. Ini akan kami jaga. Ke depan, kami mendorong investasi untuk device yang lebih murah, akan ada beberapa investor yang menyiapkan ini,” ucap dia.

Beberapa pabrik, menurut Airlangga, juga akan mulai menerapkan mesin-mesin yang canggih sebagai bagian dari implementasi industri 4.0. Namun, dia optimistis pemerintah tetap bisa membidik investasi di sektor industri padat karya. Alasannya, mesin-mesin di pabrik membutuhkan manusia untuk mengoperasikan dan merawat mesin-mesin tersebut.

Dia meyakini setiap Rp 1 triliun investasi yang masuk dapat menyerap 1.000 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja terutama terjadi pada proses pembangunan pabrik. Contohnya pabrik di Galang Batang. Dengan nilai investasi sampai akhir tahun sebesar Rp 17 triliun, pabrik tersebut bisa mempekerjakan 17 ribu orang selama masa konstruksi.

Cegah Covid-19

Outlook pertumbuhan ekonomi beberapa negara
Outlook pertumbuhan ekonomi beberapa negara

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengemukakan, pemerintah tetap fokus pada pencegahan penyebaran Covid-19 meski sudah mulai membuka kegiatan ekonomi dan sosial di sejumlah wilayah.

Menurut dia, pemerintah pusat dan pemda terus melakukan pengawasan terhadap pelonggaran PSBB setiap hari. Apabila terdapat wilayah yang Re/Rt kembali melebihi 1, pemerintah akan memprioritaskan penanganan di wilayah tersebut.

“Maka kami meminta masyarakat bekerja sama dengan pemda menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” tutur dia.

Airlangga menjelaskan, pemerintah menginginkan Indonesia terlibat dalam proses pembuatan vaksin anti-Covid-19. Biofarma sudah bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok. Antivirus corona diperkirakan telah ditemukan dan saat ini sedang dalam proses clinical trial. Di samping itu ada pula perusahaan swasta farmasi yang bekerja sama dengan perusahaan Korea Selatan untuk membuat vaksin.

“Kesepakatan Asean menyatakan vaksin adalah public goods. Artinya, siapa pun yang menemukan akan membaginya dengan negara lain. Indonesia mempersiapkan diri menjadi co-production,” kata Airlangga. (leo)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN