Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi melantik Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Presiden Jokowi melantik Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Pemerintah Targetkan Tarik Investasi Lewat LPI Rp 300 Triliun

Kamis, 11 Februari 2021 | 16:13 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan dapat menarik dana investasi hingga Rp 300 triliun melalui Lembaga Pengelola Investasi  (LPI), atau  Indonesia Investment Authority (INA). Dana yang didapatkan akan digunakan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur dasar.

“Jadi, diharapkan kita akan mendapatkan cukup signifikan. Dari Indonesia, pemerintah memberikan modal Rp 15 triliun  dan diperkirakan dari berbagai negara yang lain kita akan dapat tambahan US$ 20 miliar, itu targetnya sekitar Rp 300  triliun,” ujar Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede, dalam diskusi, Kamis (11/2).

Bahkan, Raden memperkirakan, Indonesia dapat meraup dana melebihi target Rp 300 triliun, sehingga dapat digunakan sebagai pendanaan untuk membangun berbagai infrastruktur dasar

“Pembangunan infrastruktur dasar yang pembiayannya membutuhkan waktu cukup lama, yakni lima hingga 10 tahun mendatang, demikian juga untuk proyek strategis nasional (PSN),” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, dana senilai U$ 9,5 miliar atau sekitar Rp 133 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS) segera masuk ke LPI, atau INA.

Perkiraan itu dibuat berdasarkan pada pernyataan minat sejumlah pihak dari berbagai negara untuk mengguyurkan dananya ke LPI.  “Akumulasi dari LoI (letter of intent to investment) hingga (saat ini) mencapai US$ 9,5 miliar,” ucap Airlangga.

Adapun lembaga dari negara lain yang telah menyatakan minat antara lain United States International Development Finance Corporation (US DFC), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) (CDBQ)-Canada, dan APG-Netherland. 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN