Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susi pimpin penenggalam kapal asing. Turut hadir Duta Besar Norwegia, Bupati Natuna, Kajari, Kapolres, Dandim, Danlanal, Danlanud, Koordinator Stafsus Satgas 115, Kakor, Sekjen KKP, Plt Dirjen PSDKP KKP, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, dan Kepala BKIPM KKP. Foto: dok. KKP

Susi pimpin penenggalam kapal asing. Turut hadir Duta Besar Norwegia, Bupati Natuna, Kajari, Kapolres, Dandim, Danlanal, Danlanud, Koordinator Stafsus Satgas 115, Kakor, Sekjen KKP, Plt Dirjen PSDKP KKP, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, dan Kepala BKIPM KKP. Foto: dok. KKP

DIPIMPIN MENTERI SUSI,

Pemerintah Tenggelamkan 19 Kapal Ikan Ilegal

Damiana Simanjuntak, Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan, secara bersamaan pada hari Senin, 7 Oktober 2019. Penenggelaman dilakukan di 3 lokasi, yakni Natuna, Batam, dan Belawan.

Dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari Perairan Natuna, provinsi Kepulauan Riau. Turut hadir Duta Besar Norwegia, Bupati Natuna, Kajari, Kapolres, Dandim, Danlanal, Danlanud, Koordinator Stafsus Satgas 115, Kakor, Sekjen KKP, Plt Dirjen PSDKP KKP, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, dan Kepala BKIPM KKP.

Rincian 19 kapal tersebut adalah 4 kapal Vietnam, 1 kapal Malaysia, dan 2 kapal Tiongkok yang ditenggelamkan di Natuna. Lalu, 6 kapal Malaysia ditenggelamkan di Belawan, serta 2 kapal Malaysia, 3 kapal Vietnam, dan 1 kapal Thailand ditenggelamkan di Batam.

Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP
Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP


"Pemusnahan 19 kapal ini merupakan rangkaian pemusnahan 40 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Sebelumnya, 18 kapal telah ditenggelamkan di Pontianak pada hari Minggu, 6 Oktober 2019. Dan, 3 kapal lainnya ditenggelamkan di Sambas pada hari Jumat, 4 Oktober 2019. Penenggelaman kapal ini sengaja dilakukan secara bersamaan. Ini hal yang rutin setiap tahun dilakukan. Kita menunggu sampai yang inkrah banyak, lalu dilakukan dalam satu kali penenggelaman," kata Susi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa (8/10).

Saat ini, lanjut dia, masih ada sekitar 50 kapal perikanan ilegal lainnya yang mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP
Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP


"Masih ada sekitar 50 kapalikan yang telah diputus dimusnahkan, menyewa pengacara untuk kasasi agar tidak dimusnahkan. Jika permohonan mereka dikabulkan, akan berpotensi menimbulkan persoalan yang tak berujung. Kalau sampai disita untuk dilelang lalu dibeli lagi oleh yang punya, dipakai untuk mencuri lagi, ABK-nya juga sama orangnya itu-itu saja, kapalnya itu-itu lagi, memangnya kita kurang kerjaan nangkapin kapal 2-3 kali kapal yang sama? Susah," kata Susi yang juga Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115).

Karena itu, Susi berharap, Pengadilan Tinggi menolak kasasi kapal-kapal ilegal tersebut agar tetap dimusnahkan.

Di sisi lain, dia menambahkan, Natuna merupakan wilayah yang penting dan strategis bagi Indonesia. Berbatasan langsung dengan perairan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam, kata dia, menjadikan perairan Natuna sebagai salah satu pulau terdepan Indonesia. Karena itu, Susi mengimbau, aparat penegak hukum setempat terus konsisten menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP
Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP


"Natuna adalah pulau terdepan kita, yang berbatasan dengan para tetangga-tetangga yang selama ini mengganggu mencuri ikan di laut kita. Di Selat Lampa ini, jangan lagi ada perdagangan di tengah laut. Jangan ada lagi perdagangan di tempat-tempat tersembunyi. Semua hasil perikanan dan kelautan ini harus terlaporkan. Dari illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, kita ubah menjadi legal reported and regulated fishing," kata Susi.

Pemusnahan kapal ikan ilegal, kata Susi, merupakan bentuk dukungan Satgas 115 atas upaya Kejaksaan dalam melaksanakan eksekusi putusan pengadilan terhadap perkara pidana perikanan yang telah inkrah.

Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP
Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP


"Sejak pemerintah memberlakukan larangan dan tindakan tegas terhadap kapal asing, harga berbagai komoditi perikanan pun meningkat. Nelayan pun menjadi semakin sejahtera dengan hilangnya para pencuri ikan," kata Susi.

Dia mengutip pernyataan Sekda Pemerintah Kabupaten Natuna,l Wan Siswandi, bahwa sekarang dengan hilangnya ratusan kapal-kapal ikan asing yang dulu seperti kota di tengah laut, harga gurita yang tadinya Rp 5.000 sekarang sudah Rp 50-Rp60 ribu. Dan, ikan kakap merah yang sebelumnya hanya berapa ribu perak, sekarang telah naik menjadi dua kali lipat.

"Sementara, untuk menjaga keberlanjutan kondisi perikanan yang tengah terus membaik saat ini, saya mengimbau agar nelayan dan pengusaha ikan hidup menghentikan pemakaian portas, sianida, dan potasium. Sebab, 1 gram portas saja dapat mematikan ekosistem laut seluas 6 meter per segi. Kalau tidak, kalau masih sempat, saya akan menutup izin untuk ikan hidup keluar " kata Susi.

Menteri Susi pimpin penenggalam kapal asing di 3 lokasi, yakni Natuna, Batam, dan Belawan. Foto: dok. KKP.
Menteri Susi pimpin penenggalam kapal asing di 3 lokasi, yakni Natuna, Batam, dan Belawan. Foto: dok. KKP.


Dia juga meminta, seluruh nelayan dan pengusaha perikanan ikan hidup beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan.

"Alat penangkap harus diubah menjadi pakai pancing, pakai jaring. Jaring pun tidak boleh yang mata jaringnya terlalu kecil. Sudah ada aturannya," kata Susi.

Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP
Sebanyak 19 unit kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Foto: dok. KKP


Dengan dimusnahkannya 19 KIA ilegal tersebut, jumlah kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang sudah dimusnahkan sejak bulan Oktober 2014 hingga saat ini menjadi 556 kapal. Terdiri dari 321 kapal Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, 2 kapal Papua Nugini, 3 kapal Tiongkok, 1 kapal Nigeria, 1 kapal Belize, dan 26 kapal Indonesia.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA