Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko PMK Muhadjir Effendy. Sumber: BSTV

Menko PMK Muhadjir Effendy. Sumber: BSTV

Pemetaan Kondisi Desa akan Percepat Penyaluran BLT Dana Desa

Selasa, 20 Juli 2021 | 06:10 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui beberapa skema. Salah satunya yaitu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diambil dari alokasi anggaran dana desa. Guna mempercepat penyaluran BLT DD, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) diminta untuk melakukan pemetaan terhadap 75 ribu desa di seluruh Indonesia.

“Desa-desa atau kecamatan yang masih bermasalah dipetakan secara detail, misalnya dari derajat masalahnya, mana yang paling berat, mana yang paling ringan. Masing-masing pihak termasuk dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga akan memback-up,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam siaran pers yang diterima pada Senin (19/7)

Hasil pemetaan itu nantinya akan dijadikan acuan untuk menyelesaikan beragam persoalan yang ada di desa. Ia meyakini, setiap desa memiliki permasalahan yang berbeda-beda sehingga akhirnya menghambat proses penyaluran BLT DD. Dibutuhkan sinergi antar Kementerian/Lembaga untuk memilah permasalahan di masing-masing desa ini kita harus bekerja sama.

“Untuk masalahnya apa kalau bisa diselesaikan per level, kalau bisa diatasi di level Bupati ya Bupati, kalau akhirnya tidak selesai sampaikan ke Pak Mendes nanti diselesaikan di tingkat yang lebih tinggi. Kalau bisa dalam minggu ini kelar,” ucap Muhadjir.

Mendes dan PDTT Abdul Halim Iskandar. Foto: Humas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Mendes dan PDTT Abdul Halim Iskandar. Foto: Humas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar  menjelaskan strategi yang dilakukan Kemendes PDTT untuk manfaatkan Dana Desa guna penanggulangan kemiskinan di desa dan di masa PPKM Darurat saat ini.

Dana Desa yang digunakan untuk menopang peningkatan daya beli dan peningkatan konsumsi ada dua yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Dua program ini ditujukan untuk meningkatkan konsumsi warga.

"BLT Dana Desa menjadi supporting (pendukung) DTKS  (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sehingga keberadaannya hadir karena Covid-19," ucap Halim Iskandar.

Sasaran utama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah keluarga yang terdampak Covid-19, kehilangan mata pencaharian, belum termasuk dalam DTKS, dan miliki anggota keluarga yang berpenyakit kronis menahun. "PKTD sasarannya adalah keluarga setengah penganggur, kelompok miskin dan kelompok marjinal lainnya seperti difabel," tutur Halim Iskandar.

Kemendes PDTT akan menggenjot lagi dua program ini  dan penyebarannya semakin meningkat. Pada Senin (19/7) penerima BLT Dana Desa mencapai 5,150 juta  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan ditargetkan mencapai delapan juta KPM.

"BLT Dana Desa sangat fleksibel, hari ini bisa turun atau bisa naik. Kita berikan ruang yang luas kepada desa untuk terus lakukan pemantauan terhadap warga jika terkena dampak harus segera dimasukkan dalam KPM," kata Halim Iskandar.

Dia menekankan perubahan data ini disahkan dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Dengan demikian fleksibilitas penggunaan dana desa untuk BLT dan PKTD akan berikan ruang yang cukup untuk penurunan kemiskinan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN