Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sembari parkir mobil listrik di kota Paris, Prancis bisa sekalian mengecharge baterai di gardu charger. Foto ilustrasi : Investor Daily/Gora Kunjana

Sembari parkir mobil listrik di kota Paris, Prancis bisa sekalian mengecharge baterai di gardu charger. Foto ilustrasi : Investor Daily/Gora Kunjana

GAIKINDO SAMBUT POSITIF

Pemprov DKI Hapus BBN Mobil Listrik

Leonard AL Cahyoputra, Sabtu, 25 Januari 2020 | 10:25 WIB

JAKARTA, investor.id  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membebaskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) kendaraan bermotor berbasis listrik, baik roda dua maupun roda empat untuk wilayah DKI Jakarta.

Hal ini disambut positif oleh pelaku industri otomotif nasional. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, kebijakan itu membantu mempercepat pemakaian kendaraan listrik di masyarakat. Selain itu, aturan itu menunjukkan keseriusan Pemprov Jakarta untuk mendukung pengembangan mobil listrik di daerahnya.

Hal ini sejalan dengan yang diminta pemerintah pusat agar semua pihak mempercepat proses eletrifikasi kendaraan bermotor.

“Kami menyambuat baik kebijakan itu dalam rangka mempercepat pemakaian kendaraan listrik ini, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia. Ya semoga saja pemimpin daerah lain mengikuti langkah Anies,” ujar dia kepada Investor Daily Jakarta, Kamis (23/1).

Jongkie mengatakan, untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik memang memerlukan kebijakan fiskal dan nonfiskal. Tujuannya agar harganya terjangkau dan orang berminat membeli. Dengan semakin banyak mobil listrik dipakai, terang dia, semakin sedikit pula pemakaian bahan bakar minyak (BBM), yang impornya menguras devisa setiap bulan dan mengurangi polusi udara.

“Itu tujuan akhir dari kendaraan listrik. Makanya sekarang kami berupaya dari segala sisi yang bisa kita lakukan,” ujar Jongkie.

Dia menilai, stasiun pengisian listrik umum (SPLU)akan bertambah banyak di Jakarta, saat penggunaan mobil listrik naik. Langkah Anies sudah benar untuk memulai pengembangan mobil listrik.

“Ini harus dimulai dulu. Masa harus menunggu banyak dulu SPLU? Makanya dikasih kemudahan supaya jadi banyak. Sekarang tinggal implementasi di lapangan dan ini perlu digaungkan lewat media,” ujar Jongkie.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy Suwandi menuturkan, pada prinsipnya,Toyota mendukung program pemerintah, baik mobil listrik murni (BEV) dan elektrifikasi lain, seperti HEV dan PHEV. “Tentu tujuannya untuk meningkatkan awareness dan minat. Soal produk baru, saya belum bisa komentar,” ucap dia.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menyambut positif kebijakan tersebut. Dia melihat keseriusan Pemda DKI Jakarta terlihat pada dua terobosan. Pertama, pembebasan mobil listrik dari aturan ganji-genap di jalan.

Dia memastikan, Gaikindo sudah menyampaikan, yang masuk dalam kategori mobil listrik adalah plug-in hybrid dan BEV. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membebaskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) kendaraan bermotor berbasis listrik, baik roda dua maupun roda empat untuk wilayah DKI Jakarta.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2020 mengenai Insentif Pajak Balik Nama Kendaraan Bermotor atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Untuk Transportasi Jalan Pergub ini bertujuan mempercepat populasi kendaraan listrik di Jakarta dan ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 3 Januari 2020 dan diundangkan pada 15 Januari 2020 dan berlaku sampai 31 Desember 2024.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN