Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chatib Basri

Chatib Basri

Pemulihan Ekonomi Harus Dimulai dengan Optimalkan Konsumsi

Selasa, 13 Oktober 2020 | 23:01 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Muhammad Chatib Basri mengatakan upaya pemulihan ekonomi nasional harus dilakukan dengan mendorong sektor konsumsi terlebih dahulu. Oleh karena itu daya beli masyarakat harus ditingkatkan agar berdampak terhadap kenaikan dari sisi permintaan. Saat permintaan meningkat maka roda produksi juga bisa terus berjalan

“Kalau sektor penawaran didorong maka perusahaan akan ekspansi. Namun bila tidak diimbangi permintaan maka akan menambah stok barang. Saya coba melihat mana dulu yang bisa didorong dan hasilnya yang  lebih powerful adalah kalau konsumsi didorong,” ucap Chatib Basri dalam Dialog Bincang APBN 2021 yang berlangsung secara virtual pada Selasa (13/10).

Mantan Menteri Keuangan ini mengatakan upaya mendorong konsumsi  dalam waktu cepat tidak bisa dilakukan dengan kebijakan moneter. Sebab ketika tingkat suku bunga diturunkan orang masih belum berminat untuk meminjam uang. Dalam kondisi pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing turut mempengaruhi kelangsungan usaha sehingga banyak perusahaan yang berhenti dan produksi dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Dalam kondisi ini, mau tidak mau fiskal stimulus harus digunakan sebagai jump start. Untuk kelas bawah diberikan  BLT (Bantuan Langsung Tunai) sedangkan  kelas menengah atas diberikan stimulus melalui program  PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional),” ucap Chatib.

Menurutnya  BLT diberikan ke masyarakat menengah dan bawah berperan besar untuk menghambat laju penyebaran virus Covid-19. Sebab  masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah mau tidak mau harus keluar rumah untuk bekerja. Hal ini justru meningkatkan mobilitas di tengah kebijakan PSBB.

“Ada korelasinya ternyata memang berdasarkan survey kenaikan mobilitas sejalan dengan kenaikan penyebaran virus. Makanya dengan BLT setidaknya mereka bisa di rumah sesaat,” ujar Chatib Basri.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah masalah dalam  kebijakan pemerintah. Mulai dari koordinasi antar Kementerian/Lembaga, rancangan program hingga ketepatan data. Hal ini berpengaruh langsung terhadap keputusan yang harus diambil oleh pembuat kebijakan.

 “Di kartu prakerja kelihatan, ada peserta yang berhenti di tengah jalan karena merasa materinya tidak berguna, artinya mereka butuh pelatihan. Tetapi, ada peserta yang tetap bertahan sampai akhir pelatihan meski terlepas dari materinya. Berarti mereka yang masih bertahan itu butuh uangnya saja dari prakerja. Ini data mereka bisa dimanfaatkan,” kata Chatib Basri

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN)  realisasi anggaran program PEN terus meningkat, per 7 Oktober 2020 tercatat di angka Rp331,94 triliun, atau 47,75% dari total pagu Rp695,2 triliun. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers secara daring usai rapat terbatas kabinet tentang Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Senin (12/10).

Adapun rincian realisasi anggaran PEN tersebut adalah sebagai berikut: (i) Kesehatan sebesar Rp25,94 triliun (30%);  Perlindungan Sosial sebesar Rp159,69 triliun (78%);  Sektoral Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah sebesar Rp27,57 triliun (26%);  Dukungan UMKM sebesar Rp90,42 triliun (73%); dan  Insentif Usaha sebesar Rp28,32 triliun (23%).  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN