Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Pencairan Gaji ke-13, Kemenkeu Rogoh Kocek Rp 35,5 T

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:57 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, gaji ke-13 akan cair mulai awal Juli 2022 dan pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 35,5 triliun untuk pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN.

Pencairan gaji ke-13 ini sudah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo dan tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.16/2022.

"Gaji ke-13 ini sudah mulai dapat dicairkan pada bulan Juli 2022. Di mana K/L akan segera mengajukan Surat Perintah Membayar kepada KPPN," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Gaji ke-13 di Jakarta Selasa (28/6/2022).

Secara rinci, anggaran tersebut terdiri dari Rp 11,5 triliun untuk seluruh ASN pusat yang bekerja di kementerian/lembaga (K/L) termasuk TNI dan Polri. Ini pun sudah masuk ke dalam anggaran K/L dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Baca juga: Rupiah Melemah Lagi 0,13% ke Posisi Rp 14.850 per Dolar AS

Kemudian, sekitar Rp 15,0 triliun diperuntukkan bagi ASN daerah dan bisa ditambahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 sesuai dengan kemampuan fiskal dari pemerintah daerah masing-masing. Ada juga sekitar Rp 9,0 triliun untuk pensiunan ASN yang diambil dari pos bendaharan umum negara (BUN).

Lebih lanjut, komponen gaji ke-13 yang nantinya diterima ASN maupun pensiunan ASN terdiri dari nominal gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah dengan tunjangan yang melekat pada gaji pokok atau pensiunan pokok. Ditambah lagi 50% dari tunjangan kinerja per bulan bagi mereka yang mendapatkan tunjangan kinerja.

Sementar itu, untuk tunjangan yang melekat pada gaji pokok atau pensiunan pokok yang dimaksud adalah tunjangan yang berhubungan dengan tunjangan keluarga, tunjangan pangan, maupun tunjangan jabatan struktural atau tunjangan fungsional secara umum.

“Jadi, diperhatikan. Ini berbeda dari tahun 2021. Bedanya dengan tahun 2021 adalah, THR dan gaji ke-13 tahun ini akan ditambah dengan 50% tunjangan kinerja per bulan,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Fed: AS Bisa Hindari Resesi, Tetapi Suku Bunga Perlu Naik 

Dengan adanya pembayaran gaji ke-13 ini seiring dengan pemulihan ekonomi yang menguat dan penerimaan negara yang cukup baik. Pundi-pundi negara mendapatkan berkah dari kenaikan harga komoditas sehingga kondisi APBN berangsur membaik.

Kemudian tiap tahun gaji ke-13, diberikan menjelang tahun ajaran baru sekolah. Hal ini merupakan wujud penghargaan atas kontribusi dan pengabdian ASN dan para pensiunan dalam menangani pandemi selama kondisi pandemi melalui berbagai pelayanan masyarakat dan tugas-tugas yg tetap dijalankan apapun risikonya dan upaya untuk memulihkan ekonomi nasional kembali.

"Untuk tahun ini, seiring dengan pemulihan ekonomi yg makin menguat dan juga adanya penerimaan negara yang cukup baik, akibat pemulihan ekonomi serta adanya kenaikan harga-harga komoditas maka situasi APBN kita juga mulai berangsur menjadi lebih baik," tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com