Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan rumah tapak untuk Program Sejuta Rumah. Foto ilustrasi: IST

Pembangunan rumah tapak untuk Program Sejuta Rumah. Foto ilustrasi: IST

Pencari Properti 84,1% Pilih Rumah Tapak

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:45 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2020-2021, pencarian properti 84,1% adalah pencari rumah tapak, dibanding sektor properti lainnya. Diperkirakan tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini.

“Hasil survei pencarian rumah tapak masih mendominasi pasar mencapai 84,1% dibandingkan sektor lainnya, seperti tanah, apartemen dan perkantoran,” kata Wasudewan, dalam acara Properti Outlook 2022 Era Kebangkitan Sektor Properti Tanah Air, secara daring, Selasa (18/1/2022).

Menurut Wasudewan, dari pencarian rumah tapak tersebut harga dibawah Rp 400 juta alami kenaikan cukup signifikan pada semester kedua 2021 sebesar 39,1% naik dibanding semester pertama sebesar 37,9%.

Rumah tapak dengan harga rumah Rp 400-650 juta turun dari semester pertama 10.6% sedangkan semester kedua menjadi 9,5%. Harga rumah dengan harga Rp 650 juta sampai Rp1 miliar juga alami penurunan. Semester pertama 11% turun 10,4% pada semester kedua.

Rumah dengan Rp1-2 miliar juga ikut turun 16,5%-15% persemester, rumah dengan harga Rp2-3 miliar naik dari 7,5% pada semester pertama ke 7,8%  pada semester kedua. Rumah dengan harga Rp 3-5,5 miliar naik dari 6,7% jadi 7,2% per semester. Begitu pula dengan rumah dengan harga Rp 5-10 miliar naik dari 5,1% menjadi 5,7%. Rumah dengan harga Rp 10 miliar keatas naik 4,6% menjadi 5,2%.

“Rata rata harga rumah dengan harga Rp400 juta sampai dengan Rp 2 miliar alami penurunan tipis rata rata 0,5-0,9%,” kata Wasudewan.

Peningkatan permintaan rumah diatas Rp 2 miliar, dikarenakan adanya kebijakan pemerintah yang memperpanjang PPNDTP yang menarik buat pencari properti karena mendapatkan diskon yang cukup besar.

Sementara itu kota yang menjadi favorit pencari properti masih dipegang oleh Tangerang selatan Banten dan Sleman Yogyakarta. Hal ini ditopang oleh pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol.

Hasil survai rumah123.com menyebutkan bahwa, Tangerang Selatan masih menjadi primadona pencari properti sebesar 117%, kemudian ada Sleman Yogyakarta 42%, Surabaya Jawa Timur 38%, Jakarta pusat 29%, Jakarta Utara 27%, Bandung sebesar 36%, Denpasar 20%, Semarang 16%, Jakarta Barat sebesar 16% dan Bogor sebesar 7%.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN