Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta).4 desa tujuan wisata Indonesia. Foto: Investor Daily/IST

Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta).4 desa tujuan wisata Indonesia. Foto: Investor Daily/IST

Penduduk Bangun Homestay Kembangkan Industri Pariwisata

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 12:26 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,dan Sanya Dinda

JAKARTA, investor.id - Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Trisnadi Yulrisman   menyampaikan, pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah memberikan stimulus kepada sektor pariwisata agar roda perekonomian kembali bergerak. Pasalnya, sektor pariwisata merupakan sektor yang cukup terpukul akibat pandemic Covid-19, padahal menggerakkan ekonomi daerah dan menyumbang devisa besar ke negara.

Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Foto: IST
Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Foto: IST

“Selama ini pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar penerimaan negara. Kami berharap dengan adanya stimulus tersebut sektor pariwisata bisa kembali bergerak dan segera bangkit,” ujar Trisnadi kepada Investor Daily, Jumat (30/10).

Kriteria penerima hibah stimulus
Kriteria penerima hibah stimulus

Dia mengatakan, pihaknya memang belum mendapat jatah stimulus tersebut sehubungan dengan program pembiayaan homestay yang dibangun penduduk setempat. Hingga kini, kegiatan pembiayaan homestay yang dilakukan SMF masih menggunakan dana kemitraan pada program kemitraan dan bina lingkungan BUMN tersebut.

Adapun sesuai dengan mandat yang diberikan oleh pemegang saham SMF yakni Kementerian Keuangan, SMF diminta untuk ikut membantu mengembangkan industri pariwisata di 10 destinasi Bali Baru (New Bali Destination) melalui pembiayaan homestay. Sampai saat ini perseroan sudah melakukan kegiatan tersebut di beberapa wilayah.

Perkembangan jumlah kunjungan wisman
Perkembangan jumlah kunjungan wisman

Dia memaparkan, pembiayaan homestay SMF untuk desa wisata di Kawasan Borobudur yakni Desa Samiran, Boyolali, Jawa Tengah; serta Desa Pagerharjo, Kulon Progo dan Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kemudian, pembiayaan homestay untuk desa wisata di kawasan Mandalika yakni Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB.

Selain itu, SMF baru saja merealisasikan pembiayaan homestay untuk dua daerah lainnya yakni di Desa Wisata Mertak, Lombok Tengah, NTB; dan Smart Village Desa Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kegiatan pembiayaan homestay di desa wisata ini pada akhirnya diharapkan akan memberikan multiplier effect berupa dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat sekitar. Antara lain dalam bentuk perbaikan dan peningkatan taraf hidup dan ekonomi masyarakat sekitar, serta semakin berkembangnya potensi wisata di daerah tersebut yang akan menjadi penyumbang sumber pendapatan bagi daerah setempat,” ungkap Trisnadi.

Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19
Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19

Dia juga mengungkapkan, SMF turut mendukung pemerintah dalam rangka kembali menggairahkan sektor pariwisata pada libur panjang pekan ini. Pada selasa 27 Oktober lalu, perseroan baru saja merealisasikan kerja sama dengan Bumdes di Desa Wisata, Mertak, Lombok Tengah, NTB, sekaligus melakukan proses pencairan pembiayaan homestay tahap satu di daerah tersebut.

Kemudian, pada Jumat 30 Oktober SMF juga melakukan pencairan untuk pembiayaan homestay di Desa Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal itu sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara SMF dengan Bumdes setempat yang sebelumnya sudah dilakukan di awal Oktober lalu.

CSR BCA

Inge Setiawati, Executive Vice President CSR BCA  dalam diskusi dalam Zooming with Primus - Membangkitkan Wisata Daerah Live di BeritaSatu TV, Kamis (17/9/2020). Sumber: BSTV
Inge Setiawati, Executive Vice President CSR BCA. Sumber: BSTV

Sedangkan Inge Setiawati menjelaskan, BCA sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat senantiasa berkomitmen untuk mendukung beragam kebijakan pemerintah dalam rangka membangkitkan kembali roda perekonomian nasional, salah satunya sektor pariwisata Indonesia.  “Komitmen ini BCA implementasikan salah satunya melalui community development di bawah program Bakti BCA. Di sini kami terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan pendampingan pada 12 Desa Binaan BCA,” tutur dia kepada Investor Daily, Jumat (30/10).

Perkembangan wisnus era Presiden Joko Widodo
Perkembangan wisnus era Presiden Joko Widodo

Adapun 12 Desa Binaan BCA adalah Wirawisata Goa Pindul di Yogyakarta, Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Wisata Wayang Desa Wukirsari di Yogyakarta, Desa Wisata Tamansari di Banyuwangi, Kampung Batik Gemah Sumilir di Pekalongan, Doesoen Kopi Sirap di Semarang, Bukit Peramun di Belitung, Wisata Aik Rusa Berehun di Belitung, Gunong Lumut di Belitung, Kampung Adat Sijunjung di Sumatera Barat, Nagari Silokek di Sumatera Barat, dan Desa Wisata Pucak Tinggan di Bali. (esa/ns/th/tm/en)

Baca juga https://investor.id/business/stimulus-pariwisata-rp-38-t-gerakkan-ekonomi-rakyat

https://investor.id/business/hibah-rp-33-triliun-dorong-industri-pariwisata-terdampak-covid19

https://investor.id/business/penerbangan-jakarta-ke-denpasar-paling-sibuk

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN