Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet

Peneliti CORE: Penaikan Harga BBM akan Kerek Inflasi

Senin, 15 Agustus 2022 | 22:56 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai masalah utama dari pemberian subsidi BBM adalah pengawasan dan ketepatan data penerima. Subsidi BBM sebenarnya dibutuhkan, artinya jangan terpaku bahwa pemberian subsidi BBM adalah merupakan hal yang sifatnya buruk bagi APBN.

Menurut dia, hal yang perlu menjadi diskusi lebih lanjut adalah bagaimana memastikan bahwa subsidi BBM ini dapat diterima oleh orang yang benar-benar berhak. Di situlah kemudian pemerintah menjalankan perannya untuk membantu warga masyarakat secara luas.

“Di saat yang bersamaan kenaikan harga BBM berpotensi mengerek inflasi ke level yang lebih tinggi, sehingga ini yang kemudian dikhawatirkan justru akan berdampak terhadap kenaikan harga dan akhirnya berdampak terhadap peningkatan orang miskin,” ucap Yusuf saat dihubungi Investor Daily, Senin (15/8/2022).

Dia mengatakan, pemerintah perlu menghitung di level berapa harga BBM jika dinaikkan tidak akan memberikan dampak yang sangat signifikan, terutama dampak negatif terhadap daya beli masyarakat secara luas. Hal tersebut dikombinasikan dengan kemampuan APBN dalam memberikan bantuan bersamaan dengan subsidi melalui perlindungan sosial dan bantuan lainnya.

“Sehingga kenaikan ini kalaupun merembet ke faktor lain itu bisa ataupun tidak memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap daya beli masyarakat,” kata dia.

Pemerintah sudah menyiapkan bantuan sosial untuk mengantisipasi dampak dari penaikan harga BBM bersubsidi. Yusuf mengatakan, bantuan sosial tunai merupakan program yang ideal karena ini langsung menyasar ke masyarakat yang membutuhkan dan kemudian masyarakat diberikan pilihan dana bantuan yang diberikan itu untuk apa.

“Jika berbicara masyarakat secara luas bantuan yang diberikan oleh pemerintah umumnya akan dikonsumsi langsung sehingga sebenarnya ini juga akan ikut mendorong konsumsi rumah tangga untuk bisa tetap berada pada level pertumbuhan yang diinginkan oleh pemerintah,” kata Yusuf.

Untuk harga Pertamax, Yusuf mengatakan BBM tersebut lebih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat menengah ke atas. Dia menuturkan, selama kenaikannya itu tidak sangat signifikan dan misalnya hanya relatif marginal, kemampuan atau kapasitas dari kelompok ini untuk menekan ataupun menanggung kenaikan harga Pertamax masih bisa dilakukan.

Mengenai energi baru terbarukan (EBT), Yusuf menuturkan upaya tersebut membutuhkan diskusi jangka menengah sampai panjang. Salah satu tantangan dalam pengembangan EBT adalah tingginya ataupun mahalnya nilai investasi yang harus dikeluarkan pemerintah ketika ingin mendorong ataupun membangun ekosistem EBT. Tentu pemerintah harus mendorong investasi yang lebih besar dan lebih banyak ke proyek-proyek energi baru terbarukan.

“Saya pikir itu hanya bisa dilakukan ketika pemerintah memastikan iklim investasi di dalam negeri siap untuk menampung investor ataupun calon investor yang bersedia untuk mengembangkan EBT di Indonesia,” tutur Yusuf.

BPS mencatat, pada Juli 2022 terjadi inflasi sebesar 0,64% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,80. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2022 sebesar 3,85% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 4,94%.

Komponen inti pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,28%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2022 sebesar 2,11% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 2,86%.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com