Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Penempatan Dana Rp 30 Triliun ke Himbara Bagian Percepatan PEN

Selasa, 30 Juni 2020 | 11:38 WIB
Triyan Pangastuti ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, penempatan dana sebesar Rp 30 triliun ke Himbara merupakan bagian dari percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menggerakkan sektor rill dan mendukung kegiatan bisnis bank umum.

Ketentuan tentang penempatan dana pemerintah di bank-bank anggota Himbara tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK 05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Realisasi pencairan stimulus PEN
Realisasi pencairan stimulus PEN

Beleid hasil revisi PMK No 3/PMK 05/2014 tentang Penempatan Uang Negara ini berlaku mulai 22 Juni 2020. PMK tersebut mengacu pada Undang-Undang (UU) No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang No 1/2004 tentang Perbendaharaan. Dana penempatan pemerintah sebesar Rp 30 triliun berasal dari dana pemerintah yang selama ini disimpan di rekening Bank Indonesia (BI). Suku bunga ditetapkan sama dengan penempatan di rekening BI, yaitu 80% dari suku bunga BI7DRRR atau setara 3,42%.

Proses penempatan uang negara
Proses penempatan uang negara

Menkeu menjelaskan, Bank Mandiri akan menyalurkan dana kepada kredit- kredit yang produktif, sektor padat karya, serta mendukung ketahanan pangan dan sistem logistik nasional dengan total penyaluran mencapai Rp 21 triliun dalam waktu tiga bulan ke depan.

Bank Mandiri berkomitemen mewujudkan empat misinya untuk mendukung PEN. Pertama, meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif dan sektor riil.

Kinerja bank BUMN
Kinerja bank BUMN

Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Ketiga, mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Keempat, mendukung sistem logistic nasional.

“Alokasi segmen untuk Mikro-KUM dan KUR sebesar Rp 6 triliun, di antaranya fokus ke sektor pertanian, perkebinan peternakan, dan perikanan. Kemudian, Mikro-KSM sebesar Rp 1 triliun, untuk peternakan, pertanian, pengolahan, dan jasa perdagangan,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. Sumber: BSTV
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. Sumber: BSTV

Kepada Investor Daily, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, hingga Desember ekspansi kredit bisa mencapai Rp 40 triliun lebih.

Dengan demikian, total kredit yang disalurkan Himbara hingga akhir tahun akan mencapai Rp 207,57 triliun.

Sedangkan BRI akan mengalokasikan untuk ekspansi kredit UMKM selama enam bulan ke depan senilai Rp 122,50 triliun, dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87% atau senilai Rp 108,80 triliun.

Bank BRI. Foto: DAVID
Bank BRI. Foto: DAVID

Ekspansi kredit UMKM akan difokuskan pada sektor nonperdagangan senilai Rp 71,32 triliun atau 58,21%.

Berdasarkan sektor ekonominya, BRI akan menyalurkan kredit kepada sektor perdagangan sebesar Rp 51,18 triliun atau 41,78%, sektor pertanian sebesar Rp 25,95 triliun atau 21,18%. Penyaluran ke sektor industri pengolahan sebesar Rp 12,62 triliun atau 10,30% dari kredit, sektor perikanan 1,38% senilai Rp 1,69 triliun, serta sektor jasa-jasa lainnya 25,36% senilai Rp 31,06 triliun.

Area penyaluran kredit UMKM BRI akan didominasi di daerah perdesaan sebesar Rp 69,03 triliun atau 56,35%, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah perdesaan.

Di sisi lain, BNI dalam tiga bulan ke depan berencana menyalurkan kredit sebesar Rp 15,04 triliun kepada segmen usaha kecil, menengah, dan korporasi.

Nasabah melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI, di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Untuk segmen usaha kecil, BNI akan menyalurkan Rp 12 triliun, segmen menengah sebesar Rp 492 miliar, dan segmen korporasi sebesar Rp 2,55 triliun dengan fokus pada orientasi ekspor dan industri padat karya.

“BNI rencananya salurkan Rp 15,04 triliun ke sektor riil, korporasi, UKM, konsumer, Di Juli salurkan sebesar Rp 4,9 triliun, Agustus Rp 4,9 triliun, dan September Rp 5,1 triliun,” tutur Sri Mulyani.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengaku masih akan mengevaluasi potensi penyaluran kredit setiap tiga bulan. Sebab, Menteri Keuangan meminta untuk rencana ekspansi setiap tiga bulan, oleh sebab itu pihaknya belum dapat menyebutkan rencana ekspansi kredit hingga akhir tahun ini atau enam bulan sejak Juli hingga Desember 2020.

Sri Mulyani juga mencatat rencana penyaluran kredit BTN pada enam bulan atau dari Juli hingga Desember 2020 adalah sebesar Rp 30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit pemilikan rakyat (KPR) 52% serta kredit lainnya di sektor perumahan. Kredit ke BUMN sebesar 30% dan kredit konstruksi sebesar 18%.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam wawancara dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV, Senin (29/6/2020). Sumber: BSTV
Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam wawancara dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam program Special Dialogue di Beritasatu TV, Senin (29/6/2020). Sumber: BSTV

“BTN mendapatkan dana Rp 5 triliun pada Jumat (26/6) dan kami harapkan realisasi dalam bentuk penyaluran kredit secara gross dalam tiga bulan mendatang dapat mencapai Rp 15 triliun,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam acara Special Dialogue Bersama BTN: Geliat Properti di  Tengah Pandemi yang dipandu oleh News Director Beritasatu Media Holding Primus Dorimulu di Beritasatu TV, Senin (29/6).

Pahala optimistis, hingga akhir tahun ini BTN dapat membukukan pertumbuhan kredit 5% secara tahunan. BTN tahun ini mendapatkan alokasi penyaluran KPR bersubsisi sekitar 146 ribu unit atau setara Rp 18-20 triliun. (hg)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN