Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

Menteri Syahrul Yasin Limpo. Sumber: BSTV

Penerbitan RIPH Tidak Berdasarkan Kepentingan Politik

Ridho Syukra, Minggu, 16 Februari 2020 | 22:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih dengan total volume 103 ribu ton.

Sejumlah pihak mengingatkan agar penerbitan RIPH tersebut lebih transparan dan diketahui oleh kalangan pengusaha.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) harus melepaskan kepentingan politik dalam menerbitkan RIPH.

Pengamat Ekonomi dan Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan kebijakan RIPH yang transparan penting untuk mencegah adanya tudingan terhadap importir tertentu dengan besarnya kouta impor yang diberikan.

Kepentingan ekonomi juga tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik dan Kementan perlu membuka nama perusahaan yang telah ditunjuk sebagai importir.

“Sebaiknya dibuka saja nama perusahaan agar lebih transparan dan tidak ada yang ditutupi,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (15/2).

Kebijakan yang transparan berdampak positif terhadap kinerja SYL dan tentunya reputasinya terjaga.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga mendorong pemerintah khususnya Kementan agar bersikap adil dan tidak diskriminasi terhadap importir.

Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan KPPU telah menyampaikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai importasi bawang putih.

Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan RIPH bawang putih sudah diputuskan dan diserahkan kepada Kementerian Perdagangan.

Ia membantah RIPH tidak transparan dan pemberian RIPH sudah diberikan secara terbuka dan tidak ada konflik kepentingan dalam pemilihan importir.

Ia tidak membocorkan nama-nama perusahaan yang diberikan RIPH dengan kouta tetapi dipastikan sudah transparan.

Proses RIPH bawang putih sudah diajukan para importir sejak pertengahan November 2019, penerbitan RIPH 103 ribu ton bawang putih bukan keputusan mendadak.

Untuk daftar importir yang mempunyai kouta serta besarannya, ia tidak memegang datanya secara detail.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN