Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Penerimaan Pajak Februari Tumbuh 36,5%

Senin, 28 Maret 2022 | 18:32 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan menyebut penerimaan pajak terus menorehkan capaian positif dengan realisasi penerimaan pajak hingga Februari 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 36,5% secara year to date (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak hingga Februari 2022 senilai Rp 199,4 triliun. Angka itu setara 15,8% dari target dalam pagu APBN Rp 1.265 triliun. “Sampai Februari penerimaan pajak sangat kuat Rp 199,44 triliun,” tegasnya dalam konferensi pers APBN, Senin (28/3/2022).

Kendati begitu, pertumbuhan penerimaan pajak Februari secara tahunan (yoy) mengalami penurunan dibandingkan pertumbuhan penerimaan pajak Januari yang mencapai 59,39%.

Baca juga: Menkeu Pastikan Jaga Inflasi Tetap Rendah

“Bulan ini pertumbuhannya 36,5%, jadi lebih rendah dari Januari, Namun ini tidak akan berlangsung seperti ini seterusnya karena ada dukungan pemulihan ekonomi semakin kuat,” tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan data penerimaan pajak menggambarkan cerita positif yang terjadi pada awal 2022 dan tren ini diyakini akan terus menguat dan meningkat seiring geliat kegiatan ekonomi masyarakat yang meningkat. Hal ini didukung oleh berbagai faktor yakni pemulihan ekonomi yang terus menguat, kinerja manufaktur, ekspor impor yang terus naik.

Secara rinci, Sri Mulyani memaparkan penerimaan pajak penghasilan (PPh) non migas tercatat senilai Rp 110,2 triliun atau setara 17,4% dari target. Pertumbuhan itu utamanya karena membaiknya kinerja perekonomian, walaupun ada pula faktor basis penerimaan tahun lalu yang rendah.

Baca juga: Penaikan Pajak Ekspor Hantam Emiten Sawit

Kemudian, realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai/pajak penjualan barang mewah (PPN/PPnBM) tercatat Rp 74,2 triliun atau setara 13,4% dari target. Sementara penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat Rp 1,5 triliun atau setara 5,1% dari target.

Adapun pada PPh migas, penerimaannya senilai Rp13,5 triliun atau setara 28,6% dari target. “Pada saat yang sama penerimaan pajak diharapkan akan melanjutkan perbaikan sejalan dengan pemulihan ekonomi serta mengoptimalkan potensi penerimaan dari harga komoditas,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN