Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara peluncuran Buku Teks Ekonomi Syariah pada Selasa (29/6).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara peluncuran Buku Teks Ekonomi Syariah pada Selasa (29/6).

Penerimaan Pajak Kuartal I-2022 Melonjak 41,36%

Rabu, 20 April 2022 | 11:46 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penerimaan pajak hingga kuartal I 2022 tercatat Rp 322,46 triliun atau tumbuh 41,36%(yoy). Capaian penerimaan ini setara dengan 25,49% target tahun ini yang sebesar Rp 1.265 triliun.

"(Penerimaan pajak) tumbuhnya masih sangat tinggi, 41,36%," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (20/4/2022).

Menkeu mengatakan, data penerimaan pajak terus menggambarkan cerita positif yang terjadi sejak awal 2022. Menurut dia, catatan positif tersebut menunjukkan tren pemulihan ekonomi yang terjadi di tengah pandemi Covid-19, walaupun juga disebabkan basis penerimaan yang rendah pada 2021.

Selain itu, capaian penerimaan yang moncer ini juga disebabkan pergeseran sebagian penerimaan Februari ke Maret akibat hari terakhir Februari jatuh pada hari libur, peningkatan impor, serta program pengungkapan sukarela.

“Secara rinci, penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas tercatat senilai Rp 172,09 triliun atau setara 27,16% dari target. Pertumbuhan itu utamanya karena membaiknya kinerja perekonomian,” ucap Sri Mulyani.

Kemudian, realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai/pajak penjualan atas barang mewah (PPN/PPnBM) tercatat Rp 130,15 triliun atau setara 23,48% dari target. Sementara penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat Rp 2,29 triliun atau setara 7,69% dari target.

Adapun penerimaan PPh migas tercatat senilai Rp 17,92 triliun atau setara 37,91% dari target. Hal itu utamanya disebabkan kenaikan harga migas di pasar global.

Secara umum, Sri Mulyani menambahkan, kinerja penerimaan pajak telah menunjukkan perbaikan, namun ini tidak hanya disebabkan faktor kenaikan harga migas, tetapi juga pemulihan ekonomi yang semakin kuat.

"Pajak nonmigas juga pertumbuhannya sangat tinggi. Jadi pajak yang tinggi tidak hanya berhubungan dengan windfall profit atau adanya kenaikan komoditas, namun juga ada yang berasal dari pemulihan ekonomi sebagai basisnya," punkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN