Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Penerimaan Pajak Terealisasi 11,9%

Selasa, 23 Maret 2021 | 14:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Realisasi penerimaan pajak hingga 28 Februari 2021 mencapai Rp 146,1 triliun atau 11,9% dari target APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi Februari 2020 terjadi kontraksi 4,8% yang saat itu mencapai Rp 153,6 triliun. “Itu karena pada Februari 2020 belum terjadi Covid-19 yang dahsyat seperti yang terjadi tahun 2021,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (23/2).

Sri Mulyani mengatakan, dari sisi sektor usaha terjadi pemulihan dan hal ini harus diakselerasi pada bulan-bulan berikutnya. Bila dilihat menurut sektor usaha, industri pengolahan tumbuh 10,77%, angka ini menunjukan kenaikan dari posisi Januari yang saat itu kontraksi 4,25%. Sementara itu bila dilihat secara year on year (yoy) terjadi pertumbuhan 3,32% lebih rendah dari posisi yoy Februari 2020 yang sebesar 4,53%. “Hal ini menggambarkan gerakan di sektor manufaktur mulai terjadi yaitu pada Februari 2021 dan akan terjaga pada Maret dan bulan berikutnya,” kata Sri.

Sektor perdagangan tumbuh 7,18% pada Februari 2021 meningkat dari posisi Januari yang kontraksi 13,82%. Secara yoy pada Februari 2021 terjadi kontraksi sebesar 5,06% pada Februari 2020 juga terjadi kontraksi 2,38%. Penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami pembalikan pada Februari 2021 meskipun pertumbuhanya sangat tipis 1,08%. Namun bila dibandingkan Januari yang kontraksinya 20,79%. ini menunjukan pembalikan yang cukup dramatis. Sektor jasa keuangan membaik karena restitusi yang menurun dan mulai membaiknya pasar obligasi.“Meskipun secara yoy sektor jasa keuangan masih kontraksi 9,6% tahun 2020 sebelum Covid-19 jasa keuangan juga kontraksi 5,21%,” papar Sri Mulyani.

Dia mengatakan, sektor yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu konstruksi dan real estat. Sektor ini mengalami kontraksi 10,21% pada Februari 2021. Jumlah ini sudah menurun dari posisi Januari 2021 yang sebesar 33,02%. Secara yoy terjadi kontraksi 22,94%. Tekanan pada sektor konstruksi dan real estat mulai berkurang ditopang oleh membaiknya kinerja real estat. “Kontraksi dari sektor konstruksi dan real estat ini 10,21% jauh lebih kecil dari Januari yang minus 33,02%. Hal ini yang menjadi pertanda adanya turning around atau pembalikan,” jelas Sri Mulyani.

Sektor transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi 6,73%, hal ini juga menunjukan perbaikan dari posisi Januari yang sebesar 10,81%. Secara yoy terjadi kontraksi 8,99% pada Februari 2021 ini. Perbaikan sektor transportasi dan pergudangan ditopang oleh membaiknya kinerja seluruh sub sektor kecuali angkutan udara. “Kita semua tahu dengan adanya pembatasan pasti sangat sulit (sektor transportasi ) untuk segera kembali. Namun kita melihat di bulan Februari yang lebih baik dibandingkan bulan Januari,” ucapnya.

Penerimaan pajak dari sektor jasa perusahaan mengalami kontraksi 9,16% pada Februari 2021. Angka ini lebih baik dari Januari 2021 yang kontraksi 18,52%. Secara yoy pada Februari ini terjadi kontraksi 14,87%. Sedangkan sektor jasa informasi dan komunikasi mengalami kontraksi 0,63%padahal pada Januari 2021 sektor ini mengalami pertumbuhan 6,28%. “Sektor informasi dan komunikasi melambat karena adanya ketetapan pajak di tahun 2020 yang tidak berulang dan sudah dibayarkan pada Januari yang lalu,” papar dia.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN