Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2019).  Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2019). Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden

Pengamat Nilai Tender TPPI Berjalan Transparan

Jumat, 25 September 2020 | 22:52 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), perusahaan milik Pertamina akan membangun pabrik petrokimia di Tuban, Jawa Timur. Proses tender telah berjalan dengan baik, bersih, dan transparan.

Pengamat Kebijakan Publik, Miftahul Adib menilai, proyek ini mendapat pengawalan ketat dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri. "Saya melihat Pertamina telah berhasil menyelesaikan proses tender DBC Olefin TPPI Tuban dengan bersih dan transparan," tuturnya dalam keterangan persnya yang diterima Jumat (25/9).

Dia mengatakan, proyek ini untuk mewujudkan komitmen Indonesia untuk menekan defisit migas saat ini. "Pertamina tengah berusaha mempercepat pelaksanaan pembangunan proyek tersebut," kata Adib.

Tender tersebut diikuti 4 konsorsium internasional. Mereka yaknu Konsorsium Daelim Industrial-Wijaya Karya-McDermott Indonesia (Konsorsium Daelim); JO Hyundai Engineering Co., Ltd-Saipem SpA-Rekayasa Industri-PT. Enviromate Technology International (JO Hyundai Engineering Co., Ltd.), Konsorsium GS E&C-Adhi Karya-Technimont SpA (Konsorsium GS E&C), serta Konsorsium Technip-Tripatra-Samsung Engineering (Konsorsium Technip).

Proses tender tersebut telah meloloskan 2 konsorsium sebagai penawar terbaik yaitu JO Hyundai Engineering Co., Ltd. dan Konsorsium Technip. Kedua memiliki pengalaman dalam membangun konstruksi olefin plant sampai selesai dalam 20 tahun terakhir.

Proyek dengan investasi Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600.000 ton per tahun.

Pemerintah menargetkan dapat menghemat devisa hingga US$ 1,2 miliar setara Rp16,8 triliun per tahun sejalan dengan meningkatnya kepemilikan pemerintah di saham TPPI menjadi 80%.

Pertamina menargetkan pembangunan proyek tersebut akan berlangsung selama tiga tahun. Pembangunan dimulai pada Desember 2021 dan mulai berproduksi pada April 2024.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN