Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Inka, Madiun. Foto: inka.co.id

PT Inka, Madiun. Foto: inka.co.id

Pengamat: Wacana Merger INKA-KAI Perlu Dikaji Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2020 | 20:12 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Wacana menggabungkan PT INKA (Persero) ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI muncul kembali.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo meminta, agar pemerintah melakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum menggabungkan PT INKA ke PT KAI.

"Lakukan studi yang cermat dan laksanakan kajian secara mendalam. Tapi untuk studinya pilih lembaga yang kompeten," kata Agus Pambagyo kepada wartawan, Rabu (28/10).

Agus Pambagio
Agus Pambagio

Menurut Agus, pemerintahan saat ini rajin melakukan merger perusahaan negara yang pada akhirnya kinerjanya juga masih belum teruji. Karena itu, terkait rencana merger KAI dan INKA itu, dirinya juga tidak setuju.

"Saya melihat dalam melakukan holdingisasi dan merger ini, pemerintah kurang melalui studi dan kajian yang mendalam," papar dia.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata
Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setiowarno mengatakan, PT INKA saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup bagus.

"Inovasi dan kreativitas pengembangan usahanya sudah mulai menampakkan hasilnya. Diberi kepercayaan negara lain untuk memproduksi kereta dan lokomotif," paparnya.

Kereta Api PT KAI . Foto ilustrasi: Portal ID/gora kunjana
Kereta Api PT KAI . Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Sikap tidak setuju juga dikemukakan Pengamat Transportasi dan mantan wartawan transportasi MS Hendrowijono.

"Mungkin tujuannya benar tetapi menurut saya tidak tepat. Masa manufaktur digabung dengan operator?" kata Hendrowijono.

Menurut Hendrowijono, opsi yang diwacanakan pemerintah itu sebenarnya tujuan agar INKA dan KAI maju serta Negara mendapat manfaat. Hanya saja saat ini INKA sudah punya pabrik baru, fix cost tinggi, serta butuh proyek. Di sisi lain, pasar domestik hanya dari KAI dan itu pun baru tiga tahun terakhir.

"Kalau tidak ada proyek, akusisi INKA akan membebani keuangan KAI yang lagi terdampak pandemi Covid-19," paparnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN