Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST

Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST

Pengangguran Berpotensi Meningkat, Pengusaha Dorong Pengesahan UU Cipta Kerja

Kamis, 24 September 2020 | 19:37 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pandemi Covid-19 berpotensi menambah pengangguran di Indonesia. Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, memperkirakan pandemi Covid-19 berpotensi menambah pengangguran hingga 4-5 juta orang.

Menurut Rosan, potensi ini didasarkan pada pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar -1,7% hingga -0,6% atau terkoreksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya sebesar -1,1% hingga 0,2%.

“Tekanan terhadap tenaga kerja sangat-sangat besar. Langkah-langkah ke depan terutama dalam menciptakan lapangan kerja atau paling tidak mempertahankan tenaga kerja menjadi hal yang sangat penting ke depan,” kata Rosan dalam seminar daring Ikatan Alumni (Iluni) UI, Kamis (24/9).

Menurut dia, untuk mengatasi pengangguran tersebut, pemerintah harus mampu mengambil peluang masuknya investasi di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang berencana pindah dari Tiongkok. Karena itu, pemerintah perlu segera mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja supaya Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.

“Jangan sampai seperti dulu lagi, investasi masuk ke negara-negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Karena itu kita mulai dari sekarang membahas Undang-Undang Cipta Kerja, kita bersiap dari sekarang sehingga ketika nanti Covid-19 berakhir, kita siap bersaing dengan negara tetangga,” ucap Rosan.

Menurut Rosan, UU Cipta Kerja nantinya akan mempersingkat proses investasi. Dia mencontohkan, apabila pelaku usaha mengusulkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di suatu daerah, dalam 30 hari mereka akan mengetahui apakah mereka diizinkan atau tidak. Dengan demikian, pelaku usaha tidak mesti menunggu berlarut-larut.

Dia pun mengatakan bahwa UU Cipta Kerja akan meningkatkan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang saat ini jauh lebih rendah dibandingkan negara lain. PMA terhadap PDB Vietnam, misalnya, mencapai 6,32, Malaysia 2,39, dan Indonesia hanya sebesar 1,81.

“Reformasi struktural yang kita lakukan sekarang melalui Omnibus Law sudah dilakukan negara tetangga kita sejak lama. Malaysia sudah sejak 2010, Vietnam sejak 2010 juga, dan Thailand sejak 2015,” kata Rosan.

Menurut dia, dengan Omnibus Law Cipta Kerja, indonesia juga akan menjadi negara yang lebih terbuka terhadap investasi. Nantinya, hanya akan ada 6 bidang usaha yang tertutup dari penanaman modal. Keenam bidang usaha tersebut ialah yang berkaitan dengan perjudian, narkotika golongan I, industri pembuatan senjata kimia, industri pembuatan bahan perusak lapisan ozon, penangkapan hewan dilindungi, dan pengambilan karang dari alam.

Menurut Rosan, pemerintah telah melakukan pembahasan UU Cipta Kerja dengan pengusaha, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan enam serikat buruh yang memiliki 3,4 juta orang anggota. Sebanyak 2 dari serikat sempat walk out dari pembicaraan. Namun, secara keseluruhan, mereka telah memberi masukan kepada DPR.

“Memang akan ada dinamika, tapi dengan kita mendengarkan semua pemangku kepentingan, pasti hasil yang dikeluarkan adalah yang terbaik bagi kita semua,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, merevisi pertumbuhan ekonomi tahun ini, menjadi -1,7% hingga -0,6%. Sri Mulyani mengatakan pada kuartal III 2020, pertumbuhan ekonomi masih akan minus, yaitu -2,9% hingga -1,1%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN