Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok Rokan. Sumber: SKK Migas

Blok Rokan. Sumber: SKK Migas

Pengeboran Sumur Blok Rokan Berpotensi Mundur ke Desember

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:23 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pelaksanaan pengeboran sumur di Blok Rokan akan dilakukan pada akhir November atau awal Desember. Saat ini pengadaan rig tengah berjalan.

 

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, pemerintah dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah menandatangani pokok kesepakatan untuk pelaksanaan kegiatan operasi di masa transisi Blok Rokan. Saat ini, Chevron tengah menyiapkan rig yang akan digunakan untuk mengebor sumur ini, berikut kontrak-kontrak jasa penunjangnya.

 

“Akhir November atau awal Desember akan tajak [pengeboran] di Blok Rokan,” kata dia akhir pekan lalu.

 

Menurut dia, rig yang saat ini tersedia adalah rig yang biasanya digunakan untuk kerja ulang (work over) sumur. Sehingga, Chevron membutuhkan waktu untuk menkonversinya rig tersebut agar dapat digunakan untuk pengeboran sumur infill. Namun, sesuai rencana, sumur yang dibor tetap sebanyak 11 sumur di 2020 ini.

 

“Setelah itu di 2021, akan tambah menjadi 6 rig untuk melakukan pengeboran. Setelah itu akan dilanjutkan PT Pertamina (Persero) di Agustus 2021,” tambah Julius.

 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, total investasi untuk pengeboran sumur di Blok Rokan pada 2020-2021 sekitar US$ 154 juta. Rincinya, Chevron akan mengebor sebanyak 11 sumur di 2020 dan 107 sumur di 2021. Pada tahun ini, tambahan produksi minyak rata-rata setahun dari pengeboran ini memang hanya 500 barel per hari (bph).

 

“Tetapi di 2021, tambahan produksinya akan mencapai rata-rata 5 ribu bph,” tutur dia.

 

Dia menegaskan, pihaknya fokus mengawal pelaksanaan alih kelola Blok Rokan dari Chevron Indonesia ke Pertamina ini sebaik-baiknya. Salah satunya proses pengadaan barang dan jasa, di mana dari 19 paket pengadaan barang yang dibutuhkan, sebanyak 10 paket sudah terkonkrak. “SKK Migas akan lakukan pengawasan,” tegas Dwi.

 

Terkait calon mitra Pertamina dalam mengelola Blok Rokan setelah 8 Agustus 2021, Dwi enggak menjawab lantaran merupakan kewenangan Pertamina. Namun, hingga saat ini, dia mengaku belum mendapat laporan dari Pertamina tentang calon mitranya. “Kami fokus amankan tahap saat Pertamina masuk, bisa dengan level yang lebih baik dari sisi produksi,” kata dia.

 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengingatkan agar Chevron dan SKK Migas merealisasikan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. Hal ini mengingat pelaksanaan ketentuan itu berdampak pada upaya pencapaian target produksi migas nasional di tahun depan sesuai kesepakatan makro APBN 2021 sebesar 705 ribu bph.

 

“Kami akan terus memonitor pelaksanaannya secara periodik untuk memastikan komitmen seluruh pihak berjalan sesuai kesepakatan dimaksud, khususnya kepastian pelaksanaan kegiatan pengeboran yang akan dimulai November 2020,” tegas Arifin.

 

Pada tahun ini, Blok Rokan ditargetkan dapat memproduksi minyak sebesar 170.000 bph. Hingga akhir Juni lalu, realisasi produksi minyak blok ini tercatat melebihi target, yakni mencapai 176.298 bph. Namun, realisasi tersebut turun jika dibandingkan produksi di 2019 yang mencapai 190.131 ribu bph. Blok Rokan merupakan produsen minyak terbesar kedua di Indonesia.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN