Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Koperasi. Sumber: koperasi.net

Ilustrasi Koperasi. Sumber: koperasi.net

Pengembangan Mobilisasi Vertikal dan Horizontal akan Tingkatkan Keunggulan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2020 | 20:55 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Mantan Menteri Koperasi Subiakto Tjakrawerdaya mengatakan, upaya pengembangan koperasi harus dilakukan secara terpadu. Baik dalam mobilisasi vertikal maupun horizontal. Pemerintah terus memperhatikan koperasi sebab kopeasi merupakan soko guru (tiang penyangga) bagi perekonomian nasional. Tidak mungkin koperasi bisa berkembang tanpa membangun dirinya dalam kesokoguruan.

“Dengan mobiliasi vertikal yang efektif dan efisien, jearing usaha ini akan menciptakan efisiensi  kolektif. Efisiensi kolektif ini yang akan menjadi keunggulan koperasi dalam menghadapi persaingan global,” ucap Subiakto dalam webinar pada Minggu (12/7).

Ia mengatakan soko guru koperasi di Indonesia sendiri adalah koperasi yang bergarak di bidang simpan pinjam dan koperasi konsumen.

Lebih lanjut Subiakto mengatakan, dari data yang ia dapatkan untuk koperasi simpan pinjam ada 19.159 unit . Dengan jumlah anggota 38.88 Juta orang, volume usaha sebesar  Rp 66,52 triliun dan Modal sendiri Rp 3.681 triliun.

“Bagaimana jenis koperasi ini dihidupkan lagi dengan digitalisasi. Kalau bisa, dihubungkan dengan koperasi di seluruh Indonesia. Dalam koperasi simpan pinjam kemudian diintegrasikan dalam bank koperasi,” ucap Subiakto.

Sedangkan untuk koperasi konsumen saat ini ada 13108 unit dengan anggota: 6,4 Juta orang, volume usaha sebesar Rp 69,52 triliun dan modal sendiri sebesar Rp 36,81 triliun. Subiakto mengatakan sleama ini koperasi konsumen masih bergerak secara parsial.

“Bayangkan kalau ini dihubungkan menjadi satu dengan cara digiltaisi. Ini akan menjadi raksasa baru dan ini dimasukkan dalam program kemandirin pangan,” ucapnya.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Reza Damanik mengatakan, transaksi UMKM yang sudah masuk ke dalam ekosistem digital itu justru mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan saat pandemi Covid-19 ini. UMKM yang sudah terhubung ke dalam ekosistem di Indonesia justru menangkap peluang saat terjadi pandemi Covid-19 ini.

“Kami ingin mendorong ada satu platform yang akan nantinya digunakan ya memperkuat UMKM dan kita yang tergabung dalam Koperasi,” ucapnya

Adanya platform ini akan menjaga kelangsungan UMKM. Khususnya untuk memotong mata rantai dalam perdagangan. Selama ini banyaknya perantara dalm perdagangang menyebabkan tingginya harga barang sehingga baik konsumen maupun produsen sama sama mengalami kerugian. 

“Krisis hari ini yang mengajarkan kita bahwa sepertinya transaksi ekonomi ke depan situ. Justru lebih lebih lebih lebih nyaman bagi masyarakat kita untuk menggunakan ekosistem digital di mana tidak perlu transaksi fisik,  lebih efektif dan efisien,” ucap Reza.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN