Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Pengendalian Covid-19 dan Penyaluran Bansos Faktor Mendasar Pemulihan Ekonomi

Selasa, 4 Mei 2021 | 12:11 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadi fondasi paling mendasar dalam pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Selain pengendalian pandemi Covid-19, percepatan belanja pemerintah, khususnya penyaluran bantuan sosial (bansos), padat karya, dan mendorong belanja masyarakat wajib dilakukan untuk mendorong pertumbuhan.

Demand side harus diperbesar, sisi permintaan harus diperbesar. Kemarin, saya sudah mengingatkan di akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, dan kota Rp 182 triliun,  yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan, sisi konsumsi,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Presiden Jokowi mengungkapkan, selain meningkatkan  sisi permintaan (demand side), pemerintah juga akan  terus mendorong agar sektor industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, dan meningkatkan domestic supply side.

“Tetapi semua harus  dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,  ketat. Jangan ditawar-tawar menganai hal ini,” katanya.

Ia mengatakan, reformasi struktural secara besar-besaran sudah  dilakukan pemerintah melalui penetapan UU Cipta Kerja. Seluruh jajaran  Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah harus  sinergis dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural ini.

“Harus kita rencanakan sejak  sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat,  dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN