Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan

Penghapusan BSU Dikhawatirkan Hambat Upaya Pemulihan Ekonomi

Sabtu, 6 Februari 2021 | 13:31 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  -  Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan mengkhawatirkan penghapusan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dapat menghambat upaya pemulihan ekonomi.

Pingkan melihat adanya pemberian bantuan kepada para pekerja menunjukkan bahwa selain sektor usaha, para pekerja yang menopang sektor-sektor tersebut juga menjadi rentan secara kemampuan finansial. Sehingga berkurangnya atau pun hilangnya besaran upah yang mereka terima akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Melihat kondisi sosial dan ekonomi Indonesia yang saat ini masih terdampak oleh pandemi, pemberian bantuan subsidi upah ini masih cukup rasional mengingat banyaknya sektor usaha yang mengalami perlambatan pertumbuhan akibat upaya pembatasan yang dilakukan pemerintah,” kata Pingkan Audrine, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Pingkan, perencanaan dari segi anggaran dan evaluasi efektivitas program sangat diperlukan agar upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat dapat berjalan seiringan dengan kemampuan negara dari segi kebijakan fiskal.

Karenanya, lanjut Pingkan, pemerintah sebaiknya dapat segera mengevaluasi kinerja dari Bantuan Subsidi Upah tahun 2020 silam dan mendiseminasi hasilnya kepada publik. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima informasi terkait efektivitas dari bantuan sosial yang diberikan tersebut apakah berhasil menggerakkan konsumsi masyarakat, dan juga mendapatkan gambaran terkait langkah pemerintah selanjutnya yang berkenaan dengan bantuan subsidi upah ini untuk tahun 2021.

Seperti diberitakan sebelumnya, program Bantuan Subsidi Upah tidak lagi mendapatkan alokasi anggaran pada APBN 2021. BSU ini sebelumnya diluncurkan pada 27 Agustus 2020 lalu dengan sasaran para pekerja/buruh yang gajinya di bawah Rp 5.000.000.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN