Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Karyawan menghitung uang rupiah di bank. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Karyawan menghitung uang rupiah di bank. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Penguatan Rupiah Fantastis

Listyorini, Minggu, 7 Juni 2020 | 09:36 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pergerakan nilai rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan performa terbaiknya. Di pasar spot, perdagangan akhir pekan menembus level psikologis di bawah Rp 14.000, atau dalam sebulan ini menguat hampir 20%.

Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud menilai penguatan rupiah sangat fantastis. "Saat tutup pasar Jumat, USD tercatat 13.855 rupiah. Dari awal April, dua bulan lalu, sudah menguat hampir 20%," kata Hasan yang sekarang aktif menjadi mentor komunitas Investa, kelompok investor saham di Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis BI, pada Jumat rupiah berada di level Rp 14.100, naik 4,3% dari posisi 29 Mei pada level 14.733.

Rupiah terhadap dolar AS sudah menguat sekitar 15% dari rekor terburuk pada 23 Maret akibat dampak pandemi Covid-19 di level Rp 16.603. Namun, rupiah berdasar kurs JISDOR masih belum bisa menyamai rekor terbaik tahun ini Rp 13.632 pada 24 Januari 2020.

Menurut Hasan Zein, ada tiga faktor yang memperngaruhi penguatan rupiah terhadap dolar AS:

1. Rumusan kebijakan ekonomi Pemerintah dan BI menyongsong "new normal" disambut positif pasar.

2. Faktor eksternal. Kerusuhan sosial di AS dan di Hongkong plus stimulus luar biasa di seluruh dunia, mengalirkan likuiditas ke emerging markets.

3. Konversi dana haji dari USD ke rupiah punya dorongan ganda. Walau tidak ditujukan utk memperkuat rupiah, dana USD 600 juta itu, selain menambah pasokan dolar ke pasar, juga penghematan devisa yg besar dari tertundanya ibadah haji.

Hasan Zein memberikan dua catatan dari pergerakan rupiah yang fantastis ini:

1. Realisasi program pemulihan ekonomi, secara konsisten dan berkesinambungan membuka peluang rupiah menguat secara gradual dan stabil.

2. Penguatan yang terlalu cepat dan volatilitas yang tajam akan membingungkan pengusaha, dan memukul ekspor.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, aliran modal asing masuk (inflow) ke aset keuangan dan terus membaik. Hal ini sejalan dengan kepercayaan (confidence) investor terhadap ekonomi Indonesia.

Confidence investor dalam negeri maupun luar negeri terhadap kondisi Indonesia semakin lama semakin baik,” jelas Perry Warjiyo dalam media briefing secara virtual, Jumat (5/6).

BI menilai, kurs rupiah saat ini masih undervalued dan diperkirakan masih akan menguat. Faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah adalah inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan juga rendah, perbedaan suku bunga yang menjanjikan dengan spread sekitar 6,2% dengan US$ Treasury Note 10 tahun, dan premi risiko Indonesia terus turun.

Premi CDS (Credit Default Swap) Indonesia 5 tahun turun ke 126,78 bps per 4 Juni 2020. Sebelum pandemi Covid-19, premi CDS pada level 66-68 bps. "Saya perkirakan premi CDS akan menuju ke angka 66," kata Perry.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN