Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi sukarela pajak

Ilustrasi sukarela pajak

MEMASUKI HARI KE-7

Pengungkapan Harta Tax Amnesty Jilid II Tembus Rp 1 Triliun

Sabtu, 8 Januari 2022 | 18:50 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, total nilai harta bersih yang diiungkap oleh wajib pajak (WP) hingga hari ketujuh Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty Jilid II telah mencapai Rp 1.012 miliar atau lebih dari Rp 1 triliun. Harta bersih ini merupakan akumulasi dari pengungkapan harta oleh 1.932 WP.

Berdasarkan dasbor data Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak DJP per Jumat (7/12022), sejalan dengan pengungkapan harta bersih tersebut, total pajak penghasilan (PPh) final yang disetorkan oleh peserta program ke kas negara mencapai Rp 121,71 miliar. Sementara jumlah surat keterangan keikutsertaan pada PPS Wajib Pajak yang telah diterbitkan oleh DJP tercatat 2.050 surat.

DJP memaparkan, dari total harta bersih yang diungkap sebesar Rp 1,01 triliun tersebut, deklarasi dalam negeri (DN) sebesar Rp 866,17 miliar, deklarasi luar negeri Rp 92,28 miliar, dan investasi Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 53,57 miliar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menjelaskan, wajib pajak orang pribadi dapat melaporkan hartanya secara sukarela melalui aplikasi pengungkapan dan pembayaran https://pajak.go.id/pps 24 jam dalam 7 hari sejak 1 Januari 2022 lalu enam bulan ke depan. Masyarakat umum pun dapat memantau perkembangan PPS melalui portal tersebut.

"Kita coba untuk memberikan kemudahan dengan saluran penyampaiannya kita lakukan secara online. Bukti menunjukkan dua hari libur saja, tanggal satu kita baru bangun tidur, tahun baruan, ternyata sudah ada yang memanfaatkan," kata Suryo. Ia menambahkan, untuk wajib pajak yang mengalami kesulitan, DJP menyediakan helpdesk PPS yang tersedia di seluruh unit vertikal DJP.

Apabila wajib pajak kesulitan namun tidak bisa datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak, DJP menyediakan saluran-saluran nontatap muka, yaitu helpdesk online melalui Whatsapp dengan nomor 081156-15008 dan Kring Pajak 1500-008 pada Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.

Tidak hanya itu, semua saluran informasi DJP lainnya yang telah ada selama ini tetap dapat dimanfaatkan, seperti live chat www.pajak.go.id, email melalui informasi@pajak.go.id, dan twitter @kring_pajak.

Dalam waktu dekat, DJP akan mengirimkan email blast tentang PPS yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pajak. Email tersebut adalah imbauan DJP yang bertujuan agar WP tidak lupa dan terlewat dengan program PPS ini.

Lebih lanjut, mengingat PPS hanya diselenggarakan dalam enam bulan, DJP akan mengingatkan wajib pajak secara berkala melalui berbagai saluran, seperti iklan di media massa dan media sosial.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN