Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sentra vaksinasi bersama BUMN bagi lansia. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sentra vaksinasi bersama BUMN bagi lansia. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pengusaha Minta Pemerintah Percepat Tiga Game Changer

Selasa, 13 April 2021 | 10:55 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com) ,Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kalangan pengusaha dan analis meminta pemerintah mempercepat implementasi tiga game changer untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang dinilai masih lamban. Program pemerintah itu mencakup vaksinasi, stimulus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), serta Undang-Undang Cipta Kerja yang antara lain membentuk Lembaga Pengelola Investasi atau SWF.

Program vaksinasi terus diakselerasi
Program vaksinasi terus diakselerasi

Sedangkan kebijakan stimulus Bank Indonesia dinilai sudah cukup baik. BI telah menurunkan suku bunga kebijakan sebanyak enam kali sejak 2020 sebesar 150 bps, menjadi 3,50% atau terendah sepanjang sejarah. Bank sentral juga melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing mencapai Rp 796,60 triliun, setara 5,15% terhadap produk domestic bruto, sejak 2020 hingga 7 April 2021.

Selain itu, BI melonggarkan ketentuan uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio loan to value (LTV)/FTV kredit/pembiayaan properti, mendorong transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan, memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM/RIM Syariah) dengan memasukkan wesel ekspor sebagai komponen pembiayaan, serta memberlakukan secara bertahap ketentuan disinsentif berupa Giro RIM/RIMS, untuk mendorong penyaluran kredit/ pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan ekspor.

APBN 2021 didesain untuk terus mendukung ekonomi
APBN 2021 didesain untuk terus mendukung ekonomi

Kebijakan Otoritas Jasa Ke uangan (OJK) yang memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 juga dinilai positif. OJK memutuskan meningkatkan implementasi kebijakan stimulus lanjutan POJK No 48/POJK.03/2020, yang antara lain memberikan penegasan kepada perbankan bahwa penilaian kualitas kredit restrukturisasi Covid-19dengan plafon _ Rp 10 miliar bisa hanya didasarkan pada satu pilar (ketepatan membayar pokok dan/ atau bunga) hingga 31 Maret 2022.

Pembentukan lembaga pengelola investasi
Pembentukan lembaga pengelola investasi

Selain itu, kualitas kredit yang terdampak Covid-19 ditetapkan lancar setelah direstrukturisasi selama masa masa berlakunya POJK No 48/2020, sampai 31 Maret 2022. Bank juga dapat memberikan tambahan kredit baru kepada debitur restrukturisasi Covid-19, dengan penetapan/pencatatan kualitas kredit dilakukan secara terpisahdengan kualitas kredit sebelumnya (tidak berlaku prinsip uniform classification).

OJK menegaskan pula, jangka waktu restr ukturisasi kredit Covid-19 diserahkan kepada manajemen risiko masing-masing bank dan diperbolehkan kurang atau melewati jangka waktu relaksasi (31 Maret 2022). Jika restrukturisasi kredit Covid-19 melewati tanggal 31 Maret 2022, maka kualitas kredit debitur hanya dapat ditetapkan lancar sampai tanggal tersebut, dan setelah tanggal tersebut mengacu pada POJK tentang Kualitas Aset.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pelaku usaha meminta pemerintah mempercepat program vaksinasi untuk masyarakat.

Ia menuturkan, kunjungan ke pusat belanja baru akan pulih setelah vaksinasi untuk masyarakat umum dilaksanakan. Alphonzus memperkirakan tingkat kunjungan masyarakat ke pusat belanja pada Ramadan dan Lebaran tidak akan meningkat signifikan, mengingat program vaksinasi masyarakat umum baru akan dimulai paling cepat kuartal III 2021.

“Kalau vaksinasi untuk masyarakat umum belum dilaksanakan, maka hampir dapat dipastikan tidak dapat diberlakukan pelonggaran-pelonggaran,” kata Alphonzus kepada Investor Daily, Senin (12/4).

Anggaran sektor kesehatan naik
Anggaran sektor kesehatan naik

Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir, pusat perbelanjaan memang telah mengalami peningkatan kunjungan masyarakat, namun rata-rata masih di bawah 50% dari kapasitas normal sepanjang Januari-Maret 2021. Pada Ramadan dan Lebaran mendatang, dia memprediksi tingkat kunjungan masyarakat juga masih sebesar 30-40% dari normal.

“Namun, larangan mudik dapat menjadi peluang atau kesempatan bagi pusat perbelanjaan di kota-kota besar, khususnya DKI Jakarta untuk mendapatkan peningkatan kunjungan. Jika larangan mudik benar-benar dapat ditegakkan, maka tentunya masyarakat akan berdiam di kota dan berkunjung ke pusat perbelanjaan untuk mengisi liburan,” ucap dia. (leo/lov/git/jm/en)

Baca juga

https://investor.id/business/masyarakat-menengahatas-takut-tertular

https://investor.id/business/swf-semestinya-pangkas-utang

https://investor.id/market-and-corporate/insentif-dorong-kinerja-emiten

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN