Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bank Dunia Mari Elka Pangestu. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Bank Dunia Mari Elka Pangestu. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peningkatan Investasi akan Dorong Ekonomi Domestik 2020

Arnoldus Kristianus, Kamis, 6 Februari 2020 | 01:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2020 akan berada di kisaran 5%. Sebab jika dilihat dari sisi eksternal masih terjadi ketidakpastian global. Beberapa di antaranya yaitu ketidakpastian perdagangan dan dampak dari virus korona.

Tingginya ketidakpastian ini akan mempengaruhi laju investasi. Oleh karena itu Pemerintah harus memperbaiki hal hal yang menghambat investasi.

“Perkiraan saya sekitar 5%, mungkin masih sedikit di atas 5%. Karena faktor eksternal masih banyak ketidakpastian. Kita memang harus melakukan reformasi struktural tapi menurut saya dampaknya baru akan terasa mungkin tahun depan,” ucap Mari Elka usai menghadiri acara Mandiri Investment Forum 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2).

Berdasarkan data Badan Pusat  Statistik pertumbuhan ekonomi tahun 2019 mencapai 5,02%. Dimana pertumbuhan i kuartal IV dapat mencapai 4,97%  atau terkontraksi 1,74% (qtq).

Mari Elka mengatakan untuk tumbuh lebih tinggi pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Pertama menjalankan reformasi struktural  secara berkesinambungan. Dimulai dari perpajakan, investasi sampai mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Semoga kalau tahun ini bisa benar  terjadi kita bisa mulai melihat investasi mengalir. Tetapi mungkin dampaknya baru mulai terasa tahun depan. Karena invetasikan perlu waktu untuk bisa akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,” ucap Mari.

Kedua yaitu mengimplementasikan peraturan secara tepat. Mari Elka mencontohkan yaitu Omnibus Law yang bertujuan untuk meningkatkan investasi. Dalam hal ini mulai dari peraturan sampai pelaksanaan harus dilakukan secara tepat. Sehingga pengusaha tidak kesulitan melakukan investasi.

“Sebab fundamental  ekonomi domestik seperti inflasi rendah, jumlah kemiskinan dan ketimpangan juga termasuk rendah. Secara fundamental Indonesia positif. Indonesia juga memiliki pasar domestik yang besar. Ini menjadi faktor positif untuk Indonesia,”ucap Mari Elka.

Mengenai upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6%, Mari Elka mengatakan  angka tersebut bisa dicapai tetapi dengan konsekuensi nercaca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) juga meningkat. Oleh karena itu CAD harus dikelola dengan tepat sehingga bisa berdampak baik untuk perekonomian domestik.  CAD tinggi bisa membuat negara rentan kalau dia dibiyaai oleh dana jangka pendek atau impor yang konsumtif bukan untuk produktif.

“Karena sebetulnya dia (CAD) bukan bencana kalau itu memang dibiayai. Misalnya melalui  penanaman modal asing yang masuk untuk mebiaya CAD. Bukan dana jangka pendek yang mudah keluar,” tutur mantan Menteri Perdagangan ini.

Sebab dana yang masuk pada pada akhirnya akan meningkatkan investasi dan ekspor. Untuk jangka menengah akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Dengan sendirinya jumlah simpanan dalam negeri akan naik. Sehingga saving terhadap PDB akan lebih bisa membiayai investasi yang diperlukan. CAD turun karena fundametal membaik di jangka menengah.

“Tapi jangka pendek kalau investasi naik maka impor pasti naik. Ini tidak buruk selama impor untuk barang modal dan untuk investasi itu tidak masalah karena akhirnya dia akan meningkatkan produktivitas, ekspor dan jumlah tenaga kerja. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN