Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kluster di Kartika Residence

Salah satu kluster di Kartika Residence

Penjualan Kartika Residence Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Euis Rita Hartati, Selasa, 30 Juni 2020 | 20:26 WIB

JAKARTA, investor.id - Adanya pandemi Covid-19 tak mempengaruhi penjualan penjualan rumah di Kartika Residence. Terbukti sebanyak dua cluster terjual habis (sold out) dan cluster terbaru yakni Karahayuan sudah terjual lebih dari 50% yakni sebanyak 220 unit dari total 414 unit yang tersedia.

“Kartika Residence memberikan promo khusus bagi konsumen seperti Tanpa DP, bebas biaya-biaya seperti BPHTB dan KPR. Konsumen juga akan mendapatkan yang pasti didapatkan doorprize yaitu satu unit mobil,” kata Perwakilan Citra Swarna Group Gugun Gunawan

Kartika Residence dikembangkan di atas lahan seluas 140 hektare. Hunian ini mengusung konsep kawasan terintegrasi yang terdiri atas dua tahap pembangunan. Tahap awal seluas 51,6 hektare terdiri atas 12 klaster dengan masing-masing klaster berjumlah sekitar 400-an unit.

Sehingga total hunian yang akan dibangun mencapai 7.500 rumah. Tipe yang dipasarkan cukup beragam, yakni tipe Ayana dengan luas 30/72. Tipe Kanaya dengan luas 38/72, tipe Kalyana dengan luas 45/90, tipe Adara dengan luas 60/72 dan tipe terbaru Arana dengan luas 30/60.

Sementara itu, prihatin dengan kondisi masyarakat terdampak covid-19 di Karawang, Citra Swarna Group sebagai perusahaan properti dimana 2 proyek hunian terbaiknya ada di Karawang yaitu Kartika Residence dan Citra Swarna Grande, mengadakan program bantuan berupa sembako dan uang tunai.

Penerima bantuan dengan latar belakang berbeda-beda, antara lain Ibu Iwi (55 tahun) pedagang sayur, Ibu Sumi (47 Tahun) pemulung dan Ibu Yuyuh (44 tahun) penjual sapu lidi. Walau ketiganya mempunyai latar belakang yang berbeda namun sama-sama berjuang melawan kerasnya hidup di tengah pandemi ini.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN