Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja memuat mobil yang akan dikirim ke luar daerah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor daily/DAVID GITA ROZA

Pekerja memuat mobil yang akan dikirim ke luar daerah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor daily/DAVID GITA ROZA

Penjualan Mobil Tumbuh 5% Tahun Depan

Leonard AL Cahyoputra/Harso Kurniawan, Sabtu, 16 November 2019 | 14:18 WIB

JAKARTA, investor.id - Penjualan mobil domestik ditargetkan tumbuh 5% menjadi 1,05 juta unit pada 2020, dibandingkan estimasi tahun ini sebanyak 1 juta unit. Hal itu ditopang oleh penurunan suku bunga acuan, stabilitas politik, dan proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tahun ini, penjualan mobil menghadapi tantangan berat dari memanasnya tensi politik menjelang pemilu dan kemerosotan harga komoditas. Keadaan ini membuat masyarakat menunda pembelian mobil.

Hingga Oktober 2019, penjualan mobil turun 11,7% menjadi 849,6 ribu unit dibandingkan periode sama tahun lalu 962,8 ribu unit.

Seiring dengan itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menurunkan target penjualan mobil 2019 dari 1,1 juta unit menjadi 1 juta unit. Pada tahun 2018, Gaikindo mencatat total penjualan mobil mencapai 1.151.308.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, pihaknya optimistis target tahun depan bisa terpenuhi, didukung perekonomian dalam negeri yang diperkirakan membaik. Pemerintah telah mematok target pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,3%, lebih besar dari estimasi realisasi tahun ini 5,08%.

“Gaikindo har us optimistis menatap pasar 2020, karena pemerintah sudah mematok target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun, kami harus realistis ketika nanti menghadapi perkembangan- perkembangan terbaru,” ujar dia kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (15/11).

Penjualan Mobil Indonesia
Penjualan Mobil Indonesia

Di Bawah Rp 200 Juta

Jongkie memperkirakan, mobil yang laris tahun depan tetap sama seperti tahun ini, yaitu yang harganya di bawah Rp 200 juta. Alasannya, daya beli masyarakat terhadap mobil masih berada di kisaran itu. “Apalagi, pendapatan per kapita Indonesia belum bergerak di level sekitar US$ 3.600-an,” imbuhnya.

Selain didukung per tumbuhan ekonomi di atas 5%, Jongkie berharap peraturan-peraturan yang ada bisa meningkatkan penjualan mobil. Ia berharap suku bunga bank bisa turun dan pendapatan per kapita bisa naik.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi agenda pemerintah. Ini diharapkan dapat mengerek penjualan mobil,” ucapnya.

Terkait penurunan penjualan mobil 11,7% hingga Oktober lalu, Jongkie menilai, ada beberapa faktor yang memicunya. Ini seperti pertumbuhan ekonomi tak sesuai target dan suku bunga acuan masih tinggi. Suku bunga Bank Indonesia (BI) baru agresif diturunkan mulai Juli 2019.

Sejak bulan itu hingga Oktober 2019, bunga acuan dipangkas dari 6% menjadi 5%. Suku bunga acuan, kata dia, memengaruhi besaran bunga kredit kendaraan bermotor. Jika terlalu tinggi, penjualan mobil sulit naik, mengingat 70% penjualan melalui skema kredit, dengan bantuan perusahaan pembiayaan.

Bisa Tingkatkan Ekspor

Jongkie D Sugiarto. Foto: IST
Jongkie D Sugiarto. Foto: IST

Jongkie menuturkan lebih lanjut, pada tahun ini terjadi penurunan pembelian mobil karena terdampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, tensi politik meningkat terkait pemilihan umum 2019. “Itulah sebabnya, Gaikindo merevisi target penjualan mobil hingga akhir 2019 menjadi 1 juta unit dari semula 1,1 juta unit. Kami masih yakin target penjualan 1 juta unit tahun ini tercapai. Jika rata-rata penjualan mencapai 85 ribu unit per bulan, dalam dua bulan terakhir, penjualan bisa mencapai 150 ribu unit,” kata dia.

Sementara itu, dia menyatakan, ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) ditargetkan mencapai 300 ribu unit tahun ini. Jongkie yakin target itu tercapai, karena sampai September lalu, realisasi ekspor mencapai 240 ribu unit.

“Kalau untuk 2020, kami tidak bisa menargetkan ekspor. Pasalnya, hal itu dikendalikan oleh para prinsipal,” ujar dia.

Jongkie menambahkan, Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Batter y Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM harus segera dibuat petunjuk pelaksanaan dan teknisnya. Sebab, aturan ini dapat mendorong penjualan sedan di dalam negeri bergairah dan bisa meningkatkan ekspor.

“Dengan revisi PPnBM, produksi sedan akan meningkat dan sesuai permintaan ekspor. Di Indonesia, yang banyak diproduksi selama ini MPV, yang kurang disukai di pasar ekspor, karena konsumen dunia maunya (cenderung) sedan,” tutur dia.

pameran mobil
Suasana sebuah pameran mobil di Jakarta. Foto ilustrasi: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

PP No 73 Tahun 2019 telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2019 dan diundangkan satu hari setelahnya, pada 16 Oktober 2019. PP tersebut bakal berlaku dua tahun setelah diundangkan, yaitu pada 16 Oktober 2021.

Jongkie menuturkan, waktu dua tahun dapat dijadikan pabrikan sebagai masa transisi untuk memperbaiki kualitas mesin dan sistem pembuangan. Dalam aturan itu, PPnBM mobil tidak ditentukan oleh kapasitas mesin, melainkan emisi gas buang. Dengan demikian, pajak sedan kecil bisa sama seperti mobil lain, dengan catatan emisinya rendah.

Saat ini, PPnBM sedan kecil dengan mesin di bawah 1.500 cc mencapai 30%, sedangkan MPV dengan mesin sama 10%. Ini membuat penjualan MPV lebih moncer ketimbang sedan.

Penurunan Bunga Kredit

Senada dengan Jongkie, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengungkapkan, penjualan mobil tahun depan berpotensi bangkit, dengan estimasi pertumbuhan 3-5%. Katalisnya adalah tren penurunan bunga kredit dan stabilitas politik.

“Pasar 2020 kami perkirakan lebih baik dibanding tahun ini, karena penurunan bunga dan stabilitas politik. Namun, perang dagang global juga akan memengaruhi pasar mobil tahun depan,” kata Henry yang juga direktur PT Astra International Tbk (ASII).

Dia memprediksi, kendaraan multiguna (multipurpose vehicle/MPV), sport utility vehicle (SUV), dan low SUV (LSUV) tetap mendominasi pasar. Sebab, kebutuhan masyarakat Indonesia mengarah ke tiga segmen itu.

“Masyarakat mau mobil tujuh penumpang, ground clearance tinggi, desain sporty dan advanced, serta nyaman. Ini bisa disediakan tiga jenis mobil itu,” kata dia.

Persaingan Pasar

PT Toyota Astra Motor (TAM), Rabu (1/4) meluncurkan Toyota New Camry. Medium sedan generasi ke tujuh ini kini hadir menjadi semakin elegan, semakin, dan safety.
PT Toyota Astra Motor (TAM), Rabu (1/4) meluncurkan Toyota New Camry. Medium sedan generasi ke tujuh ini kini hadir menjadi semakin elegan, semakin, dan safety.

Sementara itu, hingga Oktober 2019, Toyota masih merajai pasar mobil domestik, kendati penjualannya turun. Pada periode itu, penjualan Toyota turun 6,2% menjadi 275.374 unit. Daihatsu berada di posisi kedua dengan penjualan 150.518 unit, lalu Mitsubishi 136.504 unit, Honda 111.824 unit, dan Suzuki 80.190 unit.

Penurunan penjualan Toyota terendah dibandingkan merek lain. Seiring dengan itu, pangsa pasar Toyota naik dari 30% menjadi 32%.

Sementara itu, Suzuki mencetak penurunan penjualan terbesar di antara lima merek utama di pasar mobil domestik, yakni 19,5%. Berikutnya Mitsubishi 18,7%, Honda 16,1%, dan Daihatsu 10,7%.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menuturkan, ada tiga faktor yang menekan penjualan mobil tahun ini. Pertama, perang dagang raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok, yang berdampak memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Kedua, siklus lima tahunan, yakni pilpres, yang membuat sebagian konsumen menunda pembelian mobil.

“Ketiga, muncul kekhawatiran bakal terjadi krisis ekonomi global. Ini juga membuat masyarakat menahan pembelian mobil,” papar dia.

Seiring dengan itu, dia menilai, kenaikan bea balik nama (BBN) di Jakarta sebesar 2,5%, dari 10% menjadi 12,5%, tidak tepat dilakukan di tengah kelesuan pasar mobil belakangan ini. Apalagi, DKI Jakarta merupakan kontributor penjualan mobil terbesar, yakni di atas 20%, dibandingkan provinsi lainnya.

“Dengan kenaikan itu, prospek pasar mobil tahun depan sangat menantang. Pelemahan ekonomi akibat resesi global sudah terasa di beberapa negara dan menekan pertumbuhan ekonomi. Beruntung, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan di level 5%. Harapan saya, ke depan, para pelaku pasar atau APM lebih meningkatkan kerja sama dalam membuat pasar mobil Indonesia tetap bergairah, dengan memperkenalkan produk-produk baru ke pasar,” papar dia.

Pemerintah, kata dia, juga perlu merilis kebijakan kondusif. Contohnya, dengan mendorong penurunan bunga kredit, bukan malah menaikkan pajak.

“Jadi, bukan menaikkan pajak yang akan membebani calon konsumen. Toyota akan menaikkan harga jual di Jakarta, begitu ada kenaikan BBN dari 10% menjadi 12,5% yang berlaku mulai Desember 2019. Sebagai perusahaan wajib pungut, kami akan menjalankan aturan ini sebaik-baiknya,” ujar dia.

Dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, tarif BBN penyerahan pertama naik menjadi 12,5%. Adapun penyerahan berikutnya dikenakan tarif BBN 1%.

Berdasarkan penelusuran Investor Daily, tarif BBN 12,5% telah diterapkan di beberapa wilayah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Untuk tarif BBN 10% antara lain berlaku di Sulawesi Utara, Papua, Riau, dan Bengkulu. Sedangkan 15% diterapkan Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, danKalimantan Timur. (en)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA