Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Semen Indonesia. Foto ilustrasi: dok Bi photo

Semen Indonesia. Foto ilustrasi: dok Bi photo

Penjualan Semen Semester I Turun 2,2% 

Eva Fitirani, Jumat, 12 Juli 2019 | 09:00 WIB

JAKARTA, Investor.id – Penjualan semen nasional sepanjang semester I-2019 turun 670 ribu ton atau 2,2% menjadi 29,39 juta ton dibanding periode sama tahun lalu. Anjloknya konsumsi tersebut akibat penurunan permintaan di pasar utama di dalam negeri.

"Kenaikan konsumsi semen semester I hanya terjadi di bagian Indonesia timur, yang porsi secara nasional kecil, sedangkan Jawa dan Sumatera yang mempunyai porsi sekitar 75% turun," kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (11/7).

Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Pulau Jawa sepanjang Januari-Juni 2019 turun 2,3% menjadi 16,33 juta ton, diikuti Sumatera yang terkoreksi 6,3% menjadi 6,07 juta ton. Penjualan semen di Kalimantan juga melemah 1,2% menjadi 1,95 juta ton.

Sementara itu, kenaikan konsumsi semen terjadi di Pulau Sulawesi sebanyak 1% menjadi 2,45 juta ton, diikuti Bali dan Nusa Tenggara yang menguat 7,5% menjadi 1,79 juta ton, serta Maluku dan Papua yang naik 12,3% menjadi 780 ribu ton. Namun, penguatan permintaan tersebut belum bisa mengimbangi penurunan penjualan semen di pasar-pasar utama, sehingga konsumsi semen secara nasional masih melemah 2,2%.

Juni 2019, penjualan semen anjlok 27,4% dibanding bulan Mei. "Hal ini karena adanya momen Hari Raya Idul Fitri, yang praktis selama kurang lebih 10 hari tidak ada penjualan. Namun dibanding konsumsi Juni tahun lalu masih ada kenaikan 12,8%," ujar Widodo.

Meski demikian, lanjut dia, total penjualan semen di bulan Mei hanya 3,74 juta ton, relatif sangat kecil dibanding kapasitas produksi nasional yang bisa mencapai 7 juta ton per bulan. 

Dengan demikian, banyak pabrik yang menghentikan sementara sebagian unit produksinya, seperti Semen Indonesia Group, Semen Tiga Roda, dan lainnya karena stok semen dan klinker menumpuk di pabrik dan di gudang-gudang penyangga. "Kami harapkan Juli ini permintaan semen sudah pulih kembali," tutur dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN