Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suahasil Nasara.

Suahasil Nasara.

Pentingya Kinerja APIP, SPI dan Aparat Penegak Hukum dalam Pelaksanaan Program PEN

Selasa, 29 September 2020 | 11:50 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Pemerintah menganggarkan Rp 695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan dana sebesar ini diperlukan pengawasan baik aparat hukum maupun dari internal Kementerian/Lembaga. Pemerintah melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah(APIP), Satuan Pengawas Internal (SPI), dan aparat hukum harus mengawasi pelaksanaan penggunaan anggaran dengan baik.

“Memastikan seluruh kegiatan yang dilakukan tersebut dalam jangka waktu cepat namun tetap akuntabel. Seluruh masyarakat menunggu realisasi dari anggaran pemulihan ekonomi nasional tersebut,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam seminar daring pada Selasa (29/9) .

Dalam upaya mempercepat penyerapan anggaran APIP harus melakukan peninjauan anggaran secara proper bagi K/L yang mendapatkan tambahan anggaran. Pelaksanaan anggaran dilakukan melalui observasi peraturan melalui desain tata kelola yang tersedia. “Ini sangat membutuhkan peran serta dari seluruh APIP dan SPI internal,” ucap Suahasil.

Ia mengatakan masih diperlukan penyempurnaan agar alokasi anggaran bisa direalisasikan sesuai dengan peruntukan  dan tepat sasaran.

Tepat sasaran berarti dapat direalisasikan dan diperoleh bagi yang memang menjadi sasaran dari program tersebut. Misalnya bila sasaran program adalah indikator rumah tangga ya yang mendapat adalah individu atau rumah tangga. Kalau yang program sasarannya adalah untuk dunia usaha yang mendapatkan harusnya adalah dunia usaha tersebut.

Tetapi dalam pelaksanaanya masih terjadi kendala dalam penyaluran anggaran di lapangan. Misalnya ada bantuan untuk rumah tangga bantuan ada bantuan rumah tangga untuk warga miskin dan rentan. Keluarga miskin dan rentan ini memang bisa dibantu masuk dia di dalam program program perlindungan sosial misalkan program keluarga harapan, program kartu sembako, diskon untuk penggunaan listrik kelompok

Di sisi lain ada lagi insentif atau bantuan untuk dunia usaha mikro. Bisa jadi pemilik usaha mikro adalah orang kelompok miskin. Jadi dia dapat dari kartu sembako tapi kemudian juga mendapatkan sebagai usaha mikro. Ini beda peruntukan dan bisa juga dia adalah pengusaha yang mungkin sudah mulai bayar pajak bisa jadi mendapatkan insentif pajak juga.

“Buat saya selama peruntukannya tepat ini bukan tumpang tindih ini, memang dam keberpihakan pemerintah untuk rumah tangga untuk dunia usaha. Baik usaha mikro dan usaha yang taat pajak Bisa jadi ada rumah tangga miskin atau rentan punya usaha mikro yang sangat kecil sehingga dia mendapatkan keduanya,” ucap mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu ini.

Suahasil mengatakan penyaluran tersebut tetap memerlukan diskusi terus untuk memahami hal seperti apa yang diinginkan melalui bantuan pemerintah.

Di sisi lain bantuan pemerintah tidak hanya terkonsentrasi kepada sekelompok masyarakat tertentu saja. Tentu ini harus ditangani juga dari aspek kebijakan.

Oleh karena itu diperlukan  sinergi dan kolaborasi antara aparat penegak hukum, APIP, SPI yang di internal dan pembuat kebijakan. Sehingga bisa didapatkan sinergi antar pihak sehingga  yang memang benar-benar akan merumuskan seperti apa artinya akuntabel, efisien, cepat namun tetap sesuai dengan aturan.

“Diperlukan pengawasan atas realisasi dan pelaksanaan dan realisasi program usaha mengidentifikasi bottleneck. Berusaha memastikan bahwa yang memang diperlukan dalam realisasi bisa dilakukan dengan baik,” tutur Suahasil.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN