Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebutuhan Gas Industri. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Kebutuhan Gas Industri. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Penurunan Harga Gas Sebaiknya Diprioritaskan bagi Pengusaha Lokal

Rangga Prakoso, Rabu, 26 Februari 2020 | 14:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta penurunan harga gas industri diutamakan bagi industri modal dalam negeri. Dengan begitu maka kebijakan harga gas membantu pengusaha lokal lebih kompetitif.

Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty mengatakan penurunan harga gas merupakan bentuk insentif dari pemerintah. Dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi disebutkan 7 golongan pelanggan yang menikmati penurunan harga.

"Saya menekankan siapa yang berhak menerima, itu nggak boleh modal asing," kata Evita di Jakarta, Rabu (26/2).

Evita menuturkan pemerintah sebaiknya melakukan pemetaan industri mana saja yang merupakan pengusaha dalam negeri. Dengan begitu maka insentif harga gas dapat memajukan industri nasional. "Hati-hati dalam menetapkan ini," ujarnya.

Tercatat, industri pupuk, petrokimia dan baja yang sudah mengalami penyesuaian harga sesuai Perpres 40/2016 sebesar US$6/ MMBTU.

Untuk industri pupuk, penyesuaian harga gas terjadi di PT Pupuk Kalimantan Timur 1-4 dengan harga US$3,99/MMBTU, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang US$6/MMBTU, PT Pupuk Iskandar Muda US$6/MMBTU, dan PT Pupuk Kujang US$5,84/MMBTU.

Untuk industri petrokimia, pemerintah menetapkan harga gas PT Petrokimia Gresik senilai US$6/MMBTU dan PT Kaltim Parna Industri US$4,04/MMBTU.

Sementara itu, harga gas untuk sektor baja dikenakan sebesar US$6/MMBTU di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Sedangkan beberapa industri yang belum mengikuti penyesuaian Perpres 40/2016 yaitu industri keramik dengan harga gas US$7,7/MMBTU, industri kaca US$7,5/MMBTU, industri sarung tangan karet US$9,9/MMBTU dan industri oleokimia US$8 - 10/MMBTU.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN