Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Penurunan Suku Bunga Kredit akan Ikut Dorong PEN

Kamis, 18 Maret 2021 | 20:38 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Bank Indonesia (BI) menilai  perbankan harus menurunkan suku bunga kredit agar bisa berdampak positif untuk perekonomian nasional. BI mengharapkan bank-bank yang lain dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit/pembiayaan bagi dunia usaha serta pemulihan ekonomi nasional (PEN).  

Saat ini suku bunga acuan BI telah berada pada posisi terendah sepanjang sejarah yaitu 3,5%. Namun transmisi suku bunga acuan BI ke kredit dinilai belum berjalan optimal.

“Penurunan suku bunga kebijakan moneter dan longgarnya likuiditas mendorong suku bunga terus menurun, meskipun penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (18/3).

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Perry menuturkan  longgarnya likuiditas dan penurunan BI7DRR sebesar 125 bps sepanjang 2020 mendorong rendahnya rata-rata suku bunga Pasar Uang Antara Bank (PUAB) overnight sekitar 2,96% selama Februari 2021.  Suku bunga deposito 1 bulan juga telah menurun sebesar 189 bps yoy ke level 4,06% sejak Januari 2020 hingga Januari 2021.

“Penurunan suku bunga kredit  hingga Januari 2021 masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 78 bps ke level 9,72 % selama  Januari 2020 ke Januari 2021,” ucap Perry.  

Di tengah penurunan suku bunga kebijakan BI7DRR  sebesar 125 basis poin sampai Januari 2021, SBDK perbankan  pada periode yang sama baru menurun sebesar 75 bps yoy.

Hal ini menyebabkan tingginya spread SBDK terhadap BI7DRR cenderung melebar dari 5,82% pada Januari 2020 menjadi 6,28% pada Januari 2021.

Sementara itu suku bunga deposito lebih cepat dalam merespon penurunan suku bunga kebijakan. Sehingga spread antara Suku Bunga Dasar Kredit dan Suku Bunga Deposito satu bulan juga mengalami kenaikan dari 4,86% menjadi 5,97%.

Dari sisi jenis kredit,  hingga Januari 2021 SBDK kredit mikro tercatat  sebesar 13,77%, kredit konsumsi non-KPR 10,71%, , kredit ritel 9,63%, kredit konsumsi KPR 9,61% dan kredit korporasi 9,16%.

Sedangkan dari sisi kelompok bank, hingga Januari 2021, SBDK tertinggi masih tercatat pada bank-bank BUMN sebesar 10,80%, diikuti oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) 9,79%, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) 9,46% dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) 6,58%.

“Namun demikian suku bunga dasar kredit Bank BUMN diperkirakan akan menurun pada bulan Maret 2021 dengan keputusan penurunan yang telah diumumkan Bank Bank BUMN tersebut,” ucapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN