Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu armada pesawat Citilink di bandara. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Salah satu armada pesawat Citilink di bandara. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Penurunan Tiket Pesawat Jangan Abaikan Keselamatan

Thresa Sandra Desfika dan Tri Murti, Sabtu, 6 Juli 2019 | 07:29 WIB

JAKARTA, investor.id– Kebijakan penurunan tiket pesawat tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan penerbangan. Untuk itu, pemerintah diminta menghitung secara cermat komposisi biaya pokok dan marjin yang wajar bagi maskapai guna memastikan pihak operator penerbangan tetap bisa beroperasi tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, dengan penghitungan yang cermat akan didapat berapa biaya pokok plus marjin atau keuntungan maskapai. Ada perhitungan biaya pokok untuk keselamatan penerbangan sesuai standar ICAO yang harus diikuti.

“Tentu kalau tarif tidak sebanding, ketentuan standar pokok keselamatan dan keamanan penerbangan dikhawatirkan bisa terabaikan. Dan, ini akan membahayakan bagi keselamatan transportasi public yang memiliki risiko yang sangat tinggi ini (jika terjadi kecelakaan). Bayangkan saja, jika saat kita terbang, mesin pesawat mati satu,” kata dia kepada Investor Daily, Jumat (5/7).

Bambang menyatakan hal itu menanggapi rencana pemerintah mengeluarkan kebijakan yang akan mewajibkan maskapai menurunkan tiket penerbangan maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) yang melayani rute domestik. Rencananya, penurunan tiket pesawat dilakukan dengan memberikan diskon khusus sekitar 50% dari tarif batas atas (TBA) setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, pukul 10.00-14.00 waktu masing-masing bandara. Hal itu diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait evaluasi tiket angkutan udara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7).

Menurut Bambang, kekhawatiran terabaikannya faktor keselamatan penerbangan juga menyusul pengambilalihan permasalahan kebijakan penurunan tariff penerbangan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA