Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

CUACA BURUK,

Penyelesaian Fasilitas Observasi dan Karantina di Pulau Galang Mundur

Investor Daily, Senin, 30 Maret 2020 | 23:15 WIB

JAKARTA, investor.id -- Progres pembangunan fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mencapai 92%. Proyek yang semula ditargetkan selesai 28 Maret mundur menjadi 5 April 2020 akibat cuaca buruk.

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Senin (30/3) menyatakan pengunduran tersebut karena cuaca buruk sehingga pengiriman barang terkendala termasuk material konstruksi.

Target penyelesaian kemudian disesuaikan dengan memerhatikan keterlambatan pengiriman material, pemasangan instalasi kesehatan dan mobilisasi petugas medis.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

Kementerian PUPR merencanakan kapasitas tampung Fasilitas Observasi dan Karantina ini 1.000 tempat tidur. Tahap I akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 untuk menampung 340 tempat tidur.

Setidaknya sebanyak 240 tempat tidur akan diprioritaskan lebih dulu bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Adapun 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya fasilitas ICU. 640 tempat tidur sisanya akan dibangun pada tahap II.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

Sebagai informasi, pembangunan fasilitas tersebut berlokasi di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari  Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi; Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

Sementara Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama, Kementerian PUPR juga akan melengkapinya dengan ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular seperti Covid-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam.

Secara keseluruhan, pekerjaan fasilitas tersebut di bawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Di mana PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya bertindak selaku kontraktor pelaksana  sedangkan PT Virama Karya sebagai konsultan Manajemen Konstruksi.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi antara Kementerian PUPR, TNI, Kontraktor BUMN & Konsultan Manajemen Konstruksi, kelengkapan furniture masuk ke fasilitas ex-Sinam Minggu, 29 Maret 2020 kemarin dan TNI akan mengelola sekaligus menempatkan petugas medik mulai Rabu, 1 April 2020. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN