Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Barang bukti kasus penyelundupan Harley-Davidson di pesawat Garuda yang disampaikan dalam konpers Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Foto: Humas Kementerian Keuangan

Barang bukti kasus penyelundupan Harley-Davidson di pesawat Garuda yang disampaikan dalam konpers Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Foto: Humas Kementerian Keuangan

Penyelundupan Harley Davidson Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar

Kamis, 5 Desember 2019 | 17:14 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan total kerugian dari kasus penyelundupan motor Harley Davidson dalam pesawat Garuda Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai Rp800 juta per unitnya, sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp 50 juta – Rp60 juta per unitnya.

"Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar," ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers di Kantornya pada Kamis (5/12).

Ia mengatakan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan dan menemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang sedangkan pemeriksaan terhadap 18 koli tersebut ditemukan 15 koli berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, dan 3 koli berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

"Penelitian yang dilakukan Bea Cukai terhadap SAW dan LS masih berlangsung hingga kini," ucap Sri Mulyani.

SAW adalah nama yang tertera pada claimtag 15 koli yang berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, sedangkan LS adalah nama yang tertera pada claimtag 3 koli yang berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.

SAW dan LS merupakan penumpang dari pesawat GA9721 tipe Airbus A330 dan 900 seri Neo tersebut dan keduanya tidak menyerahkan customs declaration dan tidak memberitahukan secara lisan kepada petugas Bea Cukai atas barang tersebut

Sri mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya secara kontinyu dalam memberantas berbagai modus penyelundupan sebagai bentuk penegakan hukum dalam rangka mengamankan hak-hak negara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan, " ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN