Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Perkantoran-Ilustrasi

Gedung Perkantoran-Ilustrasi

Penyerapan Ruang Perkantoran Membaik

Imam Mudzakir, Kamis, 18 Juli 2019 | 16:20 WIB

 

JAKARTA, Investor.id- JLL memperkirakan penyerapan ruang perkantoran sampai semester I-2019 mencatat tren kenaikan positif. Dalam catatan perusahaan konsultan dan manajemen investasi properti itu, peningkatan terjadi di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta dan non-CBD.

“Total penyerapan ruang sewa perkantoran CBD selama semester pertama 2019 dapat dikatakan baik karena telah melebihi 50% dari total rata-rata penyerapan selama sepuluh tahun terakhir dengan tingkat hunian yang tetap stabil dari triwulan sebelumnya,” ungkap Head of Research JLL James Taylor, di kantornya, di Jakarta, Rabu (17/7).

Namun, kata James, harga sewa perkantoran justeru menurun 1,3% untuk gedung kelas A. Sedangkan dari segi okupansi, di non-CBD sekitar 79% dan di CBD 76%. “Harga sewa perkantoran akan terus alami tekanan sampai akhir 2019 dan akan stabil tahun 2020 dan meningkat pada 2021,” katanya.

James mengatakan, sampai akhir semester II-2019 diperkirakan ada tambahan pasokan perkantoran baru di CBD sebesar 272.000 meter persegi (m2). Sejak awal 2019 hingga kini hanya ada satu gedung perkantoran baru yang selesai yaitu Social Security Tower seluas 23.500 m2.

Menurut dia, perkantoran di kawasan CBD saat ini sebanyak 43% berasal dari perusahaan teknologi, seperti online marketplaces, teknologi finansial, online gaming, travel booking serta co-working dan 57% non-teknologi.  “Penyerapan sampai kuartal kedua ini untuk seluruh grade adalah sebesar 24.000 meter persegi dengan permintaan tertinggi tetap berasal dari gedung grade A,” katanya.

Selain itu, untuk kawasan non-CBD, penyerapan perkantoran cukup tinggi, yakni sebesar 79 ribu m2. Hal ini merupakan angka tertinggi jika dibandingkan dengan satu triwulan pada 10 tahun terakhir. Hal ini dikarenakan gedung yang selesai dibangun merupakan gedung yang digunakan oleh pemilik gedung. Sampai saat ini diperkirakan terdapat tiga gedung baru yang selesai dibangun dengan total luas lantai sebesar 118.000 meter persegi.

“Untuk angka okupansi di non-CBD meningkat menjadi 79% dimana sebelumnya ada penurunan diantara tahun 2014-2016. Kami perkirakan untuk harga sewa alami stabilisasi ditahun 2019 ini dan ada potensi kenaikan di tahun 2020,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN