Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blok migas. Foto ilustrasi: Ist

Blok migas. Foto ilustrasi: Ist

Per Juni, Produksi Migas Pertamina 884,1 Ribu BOEPD

Minggu, 2 Agustus 2020 | 07:12 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) membukukan produksi migas sebesar 884,1 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil eqivalent per day/ BOEPD) hingga Juni lalu atau 98,89% dari target perseroan 894 ribu BOEPD.

Di tengah pandemi Covid-19, Pertamina berupaya mengoptimalkan produksi migas dari blok migas yang dikelolanya. Rincinya, sampai semester pertama 2020, realisasi produksi minyak Pertamina tercatat sebesar 414,4 ribu barel per hari atau 98,43% dari target 421 ribu bph.

Sementara realisasi produksi gas sebesar 2.721 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) atau 99,27% dari target 2.741 MMscfd. “Berdasarkan data per Juni 2020, secara total produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group baik untuk aset domesti maupun internasional mencapai 884,1 ribu BOEPD,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Dia merinci, beberapa anak usaha Pertamina mencatatkan kinerja produksi migas yang cukup baik, bahkan melebihi target perubahan yang telah ditetapkan. Untuk kontribusi pencapaian produksi minyak, dua anak usaha yang melampaui target adalah PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan realisasi produksi sebesar 30.459 bph atau 107% dari target dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) 12,3 ribu bph atau 1% di atas target.

Sementara untuk produksi gas, anak usaha yang melampaui target adalah PHE dengan produksi sebesar 800,4 MMScfd atau 2% di atas target.

“Anak perusahaan hulu migas Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat ketahanan energy dengan menambah produksi sekaligus memperkuat cadangan migas,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menjelaskan, kinerja PHM dan PHSS berhasil melampaui target operasi setelah mencatatkan produksi eksisting (baseline) yang lebih baik dan ditambah dengan produksi dari intervensi sumur (well intervention).

Selanjutnya, produksi gas PHE mampu melebihi target juga lantaran baseline yang baik, kehandalan fasilitas, dan production losses yang minimal.

Di sisi lain, PHE juga terus berkoordinasi dengan konsumen dan SKK Migas untuk mengoptimalkan penyerapan dan penyaluran gas di tengah tantangan penurunan kebutuhan.

“Hal tersebut juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya penyerapan gas di Blok Jambi Merang maupun Blok Tomori,” tuturnya.

Sementara itu, realisasi produksi minyak anak usaha lainnya, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebesar 82,2 ribu bph atau tercapai 99,9%, PT Pertamina EP (PEP) 80,5 ribu bph atau 99% dari target, dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP) 99,4 ribu bph atau 96% dari target.

Selanjutnya, realisasi produksi gas dari anak usaha lainnya yaitu PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebesar 745 MMscfd, PEP 876 MMscfd, dan PIEP 277 MMscfd. Produksi ketiga anak usaha ini hanya sedikit di bawah target atau di kisaran 90%.

“Ke depannya, upaya menjaga dan meningkatkan produksi ini akan terus diperkuat, melalui pengeboran sumur, workover (kerja ulang sumur), perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi guna menghindari unplanned shutdown untuk mencapai target produksi 2020,” jelas Fajriyah.

Dari sisi pelaksanaan kegiatan, meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimalisasi biaya dan efisiensi, Pertamina disebutnya berhasil melakukan pengeboran eksploitasi sebanyak 138 sumur dan pekerjaan workover sebanyak 312 sumur.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN