Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
seorang pedagang melayani pelanggan di pasar Kedip, Jatayu, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Bulog memiliki peran strategis untuk menjaga ketahanan pangan

seorang pedagang melayani pelanggan di pasar Kedip, Jatayu, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Bulog memiliki peran strategis untuk menjaga ketahanan pangan

Peran Strategis Bulog Jaga Ketahanan Pagan Nasional

Kamis, 22 April 2021 | 21:57 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Pandemi Covid-19 membuat membatasi ruang gerak masyarakat termasuk dalam mencari nafkah. Hal itulah yang dialami Usman Hariman (49) yang bekerja sebagai karyawan kontrak di perusahaan telekomunikasi di jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat. Pandemi Covid-19 membuat perusahaannya memutuskan untuk menerpakan kebijakan libur dan masuk secara bergantian. Bagi Usman, hal itu tentu memberatkan, apalagi dia memiliki tanggungan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Di awal pandemi tahun lalu, Usman dibuat kelimpungan, karena banyak toko yang tutup sehingga kebutuhan bahan pokoknya pun terganggu.  Beruntung ada kebijakan pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan sosial berupa bahan pangan. Awalnya, Usman merasa ragu karena beras yang dibagikan ada di dalam kantong berlogo Bulog. Selama ini, beras bulog memiliki stigma tidak enak dikonsumsi. Namun, perkiraan Usman meleset, beras dari Bulog kini memiliki kualitas lebih baik dibandingkan jaman duku. ’’Tak lagi pera dan enyak dikunyah,’’ujarnya kepada Investor Dily.

Pria yang bermukim di jalan Jatayu, Kebayoran Lama Jakarta Selatan itu mengaku menikmati beras Bulog dari beberapa pembagian Bansos. ’’Kantongnya pun saya simpan hingga sekarang,’’ujarnya. Meskipun masih dalam suasana pandemi, namun Usman bersyukur saat ini harga kebutuhan pokok tetap stabil. Sehingga dirinya masih memiliki tabungan untuk bekal saat lebaran nanti. ’’Dulu saat Ramadan harga-harga bahan pokok naik. Tapi sudah dua tahun ini harganya stabil,’’cetusnya. Dia pun berharap pemerintah terus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Jakarta.

Tak jauh dari tempat tinggal Usman,  Purwanto dan istrinya tampak sibuk melayani pelanggan yang berbelanja di kiosnya di Pasar Kedip, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Purwanto  sudah berjualan sembako di Pasar Kedip, sejak 1985. Pasar tersebut hadir di tengah permukiman masyarakat sejak awal 1980-an . “Rumah saya kebetulan dekat dari sini, jadi saya membuka kios di sini,” katanya.

Di pasar itu, ada sekitar 60-an pedagang, yang menjual sayuran segar, daging, ikan, buah-buah, beras dan bahan pangan lainnya. Ada pula penjual pakaian, hingga perabot rumah tangga. Adapun kios yang khusus menjual sembako seperti Purwanto, hanya ada 4 kios. Sejak awal membuka kios hingga kini, Purwanto dan istrinya 'setia' dengan jenis baranng yang dijualnya, yakni sembako ditambah aneka kerupuk, bumbu masak kering dan lainnya.

Dari pengalamannya puluhan tahun berjualan, Purwanto mengungkapkan, sudah lazim setiap memasuki Ramadan dan Lebaran harga sembako melonjak. ‘’Untuk tahun ini  harga-harga relatif stabil.  Harga beras relatif stabil. Yang sedikit naik minyak goreng,” katanya. Khusus untuk beras, dia mengaku menjual bebrapa jenis. Dia pun mengaku stabilnya harga sembako di pasar Kedip karena beberapa kali petugas Bulog melakukan survey untuk mengetahui  lonjakan harga bahan pangan. ‘’Beberapa kali mereka datang,’’ucapnya.

Penjaga Kedaulatan Pangan Nasional

Anggota Pokja Dewan Ketahanan Pangan Khudori menilai,  sebagai badan usaha milik negara yang berusia lebih dari setengah abad, Bulog telah malang-melintang mengurus aneka komoditas pangan penting, termasuk beras, Kehadiran Bulog, menurut dia  adalah perwujudan misi suci negara untuk mengoreksi watak predatoris pasar, melindungi warga dari perilaku kuasa pasar yang cenderung mengisap, dan menempatkan negara pada posisi terhormat. ’’Untuk itu, saatnya Bulog diberi penguatan, dari sisi kelembagaan maupun keuangan,’’tegasnya.

Bulog juga menjalankan tugas-tugas pelayanan publik sebagai kepanjangan tangan negara. Namun, dalam banyak hal, tugas-tugas mendadak dari pemerintah tak ditopang dukungan anggaran. Semua ini bisa  memperlemah misi suci negara sebagai penjamin hak atas pangan warga.

Sedangkan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan bahwa Bulog memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas stok dan harga produk pangan, seperti  beras. “Jadi, saat musim panen, Bulog yang menyerap beras petani sehingga harganya tidak jatuh. Sebaliknya Bulog juga menjaga agar harga akhir tidak memberaaatkan masyarakat,” kata Sarman.

Bulog juga  memiliki data mengenai ketersediaan pangan, termasuk beras, secara nasional. Karenanya, penting bagi instansi terkaitnya berkoordinasi dengan Bulog sebelum mengeluarkan suatu kebijakan, agar tidak salah. Dia memberikan contoh jika pemerintah akan mengeluarkan kebijakan impor beras, misalnya, baiknya dicek data ke Bulog bagaimana kondisi ketersediaan beras nasional. “Jangan sampai, pemerintah mengeluarkan kebijakan impor beras, padahal stok di Bulog masih banyak, akibatnya harga bisa merosot tajam dan merugikan petani,” paparnya.

Sejauh ini, Sarman melihat Bulog sudah menjalankan tugas, fungsi dan perannya dengan baik. “Saya kira Bulog sudah berjalan sebagaimana mestinya. Malah, peran dan fungsinya lebih kuat lagi,” katanya.

Pemerintah pun  mengaku bersyukur Indonesia tidak melakukan impor beras pada awal 2021 ini. Bahkan Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi panen raya padi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Rabu (21/4/2021) menegaskan, sekarang beras jadi rebutan seluruh dunia. ’’Untung kita Indonesia tidak impor tahun ini bahkan tahun depan, stok beras di Bulog cukup,” kata Jokowi

Presiden juga mendapat laporan langsung dari petani, bahwa harga gabah saat ini sudah bagus yakni minimal Rp 4.200 per kilogram. Padahal, harga sebelumnya sempat jatuh yakni hanya Rp 3.400 sampai Rp 3.500 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, stok beras di gudang saat ini telah menembus 1 juta ton. Pasokan ini telah mencapai batas aman cadangan beras pemerintah atau CBP. Bahkan, sejak dipimpin mantan Kabareskrim ini, Bulog belum pernah melakukan impor beras. Malahan,  Bulog akan melakukan ekspor beras ke luar negeri.

Saat ini, Bulog  sudah melakukan pembahasan dengan Arab Saudi terkait impor beras  sebanyak 1 ribu ton perbulan, melalui Bulog. Dia pun menegaskan,  rencana ekspor ini akan dilakukan apabila program Rice Milling Unit (RMU) berhasil dilakukan. Bulog akan menambah dan mengoperasikan 22  unit gudang penyimpanan beras serta 14 mesin baru pada tahun depan.

Penambahan mesin dilakukan guna memperkuat kualitas produk sekaligus meningkatkan porsi penjualan secara komersial.  Untuk mesin rice to rice, Bulog akan menambah sebanyak 26 unit dengan nilai investasi keseluruhan Rp 104 miliar. Adapun kapasitas mesin rice to rice ini mencapai 3 ton per jam. Mesin tersebut dapat digunakan untuk menjaga kualitas beras Bulog.

Selain itu, mesin rice to rice bisa meminimalisir kutu dan hama dalam beras dengan teknologi pengemasan vakum (hampa udara). Bulog juga akan menambah 20 mesin mixer (pencampur) beras bervitamin (fortifikasi).

Budi Waseso menegaskan, perlu manajemen rantai pasok yang mampu memperkuat distribusi pangan ke semua wilayah. Hal itulah yang kini dilakukan oleh Bulog. Memperkuat rantai pasok dan melakukan sinergi serta kolaborasi dengan para stakeholder lain untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menambahkan, Bulog produk baru berupa beras singkong dengan merek Besita atau singkatan dari Beras Singkong Petani. ’’Produk tersebut diluncurkan untuk memfasilitasi pemasaran produk dan hasil olahan singkong petani serta dalam upaya mendukung diversifikasi pangan nasional,’’ucapnya.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN