Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat

Kegiatan Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat

Peran UMKM Harus Diperkuat untuk Jaga Ketahanan Ekonomi

Kamis, 14 Januari 2021 | 14:07 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid19 telah mempengaruhi berbagai sektor di seluruh negara baik sosial, ekonomi dan kesehatan. Ketidakpastian yang dihadapi karena pandemi Covid19 yang belum dipastikan kapan berakhirnya, membuat banyak pihak terguncang dan mengalami keterpurukan ekonomi.

Dalam kondisi pandemi saat ini, berbagai cara dilakukan oleh pemerintah dimana salah satunya adalah melaksanakan program ekonomi domestik. Ekonomi domestik yang bisa diandalkan adalah UMKM.  Alasannya karena rata-rata perusahaan besar dan industri apalagi pasarnya ekspor saat ini mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya. Beda halnya dengan UMKM terkait dengan pendapatan langsung masyarakat, dan disinilah fungsi dinamisator ekonominya.

Lalu bagaimana perekonomian tersebut di masyarakat bisa bertahan dalam kondisi pandemi ini? Tentu dibutuhkan Pentahelix keterlibatan semua pihak dalam menghadapi tantangan dampak pandemi ini, yaitu kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, akademisi, komunitas dan media agar penanganan bisa lebih efektif terencana dan terpadu.

Indiska Handiana Mughni, S.Ikom., M.Ikom selaku Wasekjen Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia Partai Demokrat sekaligus Entrepreneurship menuturkan bahwa, dalam mengaplikasikannya yakni dengan melaksanakan program Nawacita nomor 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Indonesia terdiri dari 74.517 Desa, dengan memperkuat ekonomi dari pinggiran inilah yang bisa mempertahankan dan memajukan perputaran ekonomi di setiap wilayah.

“Diharapkan bahwa masyarakat di pedesaan harus berusaha menjadi subjek ekonomi, bukan hanya sebagai objek ekonomi. Dan ini sudah kami lakukan dengan pelatihan dan memberikan program ekonomi kerakyatan dengan 681 BumDes di Jawa Barat dari tahun 2014 sampai 2019. Jika kita sadari UMKM adalah salah satu yang bisa memajukan perekonomian di Indonesia, karena menyangkut berbagai sektor baik itu pertanian, perikanan, peternakan, kuliner, kebutuhan pokok, sektor produksi seperti furniture, handy craft, konveksi, industri percetakan,” kata Indiska Handiana Mughni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1).

Namun saat ini mayoritas UMKM bermasalah di pembiayaan, menurunnya permintaan, dan terganggunya distribusi bahan baku. Maka ada berbagai solusi guna Strategi Peluang bagi Pelaku UMKM, karena para pelaku UMKM masih mempunyai peluang untuk bertahan ditengah situasi ketidakpastiaan ini, yaitu sebagai berikut :

Pemerintah yang hadir dan berperan sebagai katalisator dengan mengeluarkan kebijakan program pemulihan ekonomi nasional, diharapkan bisa menyediakan skema permodalan biaya yang ramah terhadap UMKM dengan mengalokasikan anggaran dan recofusing dengan tepat untuk membantu para pelaku UMKM agar tetap berproduksi dan beraktivitas.

Kebijakan pemerintah ini sangat membantu dan mendorong UMKM, untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan bunga murah 6% per tahun. Maka perlunya peran dari semua pihak dan peran masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah agar bisa bersinergi dalam menghadapi pandemi Covid19.

Lebih mengoptimalkan platform digital yakni Market Place dalam kegiatan pemasarannya. Perlunya bekerjasama dan membuat pelatihan bagi para pelaku UMKM untuk bisa go-online dengan platform guna edukasi, inovasi dan kurasi terhadap produk-produk lokal agar layak dijual di e-commerce. Dengan memanfaatkan platform digital market place, para pelaku UMKM akan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha lain untuk menjual produknya.

Untuk memperkuat ekonomi UMKM maka diharapkan UMKM dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada saat ini diprioritaskan oleh pemerintah untuk menjadi Sentral Ekonomi Desa.

BUMDes sebagai Sentral Ekonomi Desa pada saat ini sudah mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah, baik pembinaan maupun permodalan. Sehingga dengan bersinerginya UMKM dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan menggabungkan dua kekuatan ekonomi yang diharapakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Diharapkan seluruh Instansi, Lembaga dan Organisasi dapat mengidentifikasi lebih detail persoalan yang dihadapi UMKM, dan dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perbankan, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain itu, mendorong belanja pemerintah pusat dan daerah termasuk juga BUMN dengan membeli dan menggerakan permintaan produk lokal dari pelaku UMKM.

Selanjutnya, melakukan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku UMKM, dan warung-warung (lokal yang ada di setiap daerah) guna menjual produk lokal dengan high quality and low price, dimana BumDes atau badan usaha milik kelurahan menjadi Distributor selaku Sentral Ekonomi Desa. Dengan demikian perputaraan ekonomi akan terus bergerak, dan bisa meningkatkan perekonomian di masyarakat.

“Dengan demikian diharapkan pemerintah bisa melaksanakan dengan tepat kebijakan program pemulihan ekonomi nasional secara tangkas efektif dan efisien untuk para pelaku UMKM.  Kami mendukung dan mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam rangka membantu meningkatkan usaha UMKM dan memberikan kesejahteraan masyarakat secara umum. Mari kita bergerak dengan adanya dorongan solidaritas sosial yang kuat untuk meningkatkan daya beli produk lokal, maka perputaran ekonomi di Indonesia bisa pulih dan meningkat kembali,” katanya.

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN