Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wamen BUMN I Pahala Nugraha Mansury

Wamen BUMN I Pahala Nugraha Mansury

Peranan BUMN dan 3 Faktor Ini Bisa Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 4 Maret 2021 | 13:33 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa ada tiga program kebijakan yang akan menjadi game changer pemulihan ekonomi nasional tahun ini. Ketiga program itu diharapkan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masuk ke zona positif.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, Indonesia masih dalam fase pemulihan atau recovery. Oleh karena itu, program PEN 2021 yang dialokasikan pemerintah diharapkan dapat mendorong pemulihan.

“Diharapkan kebijakan game changer jadi pendorong ekonomi Indonesia di 2021 dan diharapkan dapat segera berubah dan Indonesia bisa pulih kembali dengan tingkat pertumbuhan ekonomi positif,”tuturnya dalam diskusi Prospek BUMN 2021, Kamis (4/3).

Ketiga program itu, pertama, intervensi kesehatan yang dilakukan pemerintah dengan anggaran yang digelontorkan Rp 176,30 triliun dengan cakupan untuk melakukan vaksinasi kepada 181 juta penduduk atau 70% guna mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Selain itu, anggaran kesehatan akan mencakup diagnostic untuk testing dan tracing, therapeutic, program vaksinasi, insentif pajak kesehatan, dan penanganan lainnya.

“Karena sekali lagi apa yang kita alami saat ini melalui kondisi krisis ekonomi, pada awalnya adalah merupakan krisis kesehatan karena adanya pandemi Covid-19. Pengeluaran yang cukup besar akan dilakukan untuk pengadaan dan juga pelaksanaan vaksinasi khususnya 181 juta penduduk,”tegas Pahala.

Kedua, kebijakan untuk mendorong masyarakat tetap survive dan bangkit yang didukung oleh kebijakan fiskal melalui program perlindungan sosial yang telah digelontorkan dengan anggaran Rp 157, 41 triliun. Anggaran ini mencakup 6 program yakni untuk PKH, kartu sembako, bantuan sosial tunai, pra kerja, BLT dana desa, perlindungan sosial lainnya.“Perlindungan sosial lainnya yang diharapkan mampu memungkinkan masyarakat Indonesia untuk melewati masa yang sulit ini,”ungkapnya.

Kebijakan game changer yang ketiga terkait reformasi struktural melalui penyediaan lapangan pekerjaan, pemberdayaan UMKM, reformasi regulasi, pengembangan investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) untuk menciptakan kemudahan berusaha. Bahkan, pemerintah juga sudah menerbitkan Undang Undang Cipta Kerja sejak tahun lalu yang diimplementasikan melalui peraturan turunan yang sudah diterbitkan pada awal tahun.

“Diharapkan melalui (Undang Undang Cipta Kerja), bisa melakukan penciptaan lapangan kerja secara signifikan dengan mempermudah regulasi serta memberdayakan UMKM. Serta mengundang investasi untuk bisa datang dan masuk ke Indonesia juga tentunya atau pemulihan ekonomi dan program pemulihan ekonomi nasional di 2021. Itu tentunya diharapkan juga bisa menjadi salah satu instrumen utama untuk mampu menangani dampak Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional,”kata dia.

Dengan demikian, ia berharap BUMN dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk bisa melewati tahapan proses recovery dengan cepat dan melakukan proses restart ekonomi.

“Diharapkan dapat dilakukan proses restart tetapi bukan hanya itu kita harapkan melalui berbagai kegiatan investasi project-project strategis nasional yang dilakukan oleh BUMN seperti Pertamina yang diharapkan tahun ini melakukan investasi sebesar US$ 10 billion diharapkan akan mendorong dan juga jump start kegiatan ekonomi di Indonesia,”tuturnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN