Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

LUNCURKAN MODUL PENERIMAAN NEGARA G3

Perbankan Didorong Turunkan Biaya Administrasi Pembayaran Pajak

Triyan Pangastuti, Senin, 26 Agustus 2019 | 10:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi meluncurkan Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3). Sementara pemerintah sudah menggandeng sejumlah bank, pelaku fintech, dan e-commerce seperti Tokopedia, Finnet Indonesia, dan Bukalapak untuk dapat menerima pembayaran pajak dari masyarakat.

Menteri Keuangan Sri (Menkeu) Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini biaya administrasi (fee) yang dipungut oleh lembaga persepsi bank lebih tinggi dibandingkan e-commerce. Oleh karena itu, ia meminta bank-bank untuk segera menurunkan fee, setidaknya sama dengan fee yang dikenakan e-commerce. Tetapi ia tidak menyebutkan secara detail di level berapa angka penurunannya.

“Fintech-fintech ini fee-nya lebih kecil daripada bank. Nah, saya akan berikan pressure ke perbankan; hey, technology is coming, you have to reduce your cost," kata Sri Mulyani saat peluncuran Modul Penerimaan Negara Generasi 3, di Aula Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (23/8).

Melalui model ini, ia mengatakan bahwa setiap penyetor dapat mengakses satu portal penerimaan negara single sign-on agar bisa mendapatkan kode billing untuk seluruh jenis penerimaan negara yang dapat dilanjutkan pada proses penyetoran. Menurutnya pengelolaan penerimaan negara seperti ini akan jauh lebih akurat dan tepat waktu.

"Sekarang kita sudah menggunakan sistem digital. Jadi APBN bisa digital, itu jadi sesuatu yang sangat nyata di mana semua transaksi bisa dilakukan di berbagai tempat dengan berbagai kanal, berbagai alat pembayaran dan itu memudahkan masyarakat dalam pembayarannya," kata Sri.

Selain itu, ia mengatakan keunggulan dari MPN G3 adalah melayani penyetoran penerimaan negara hingga 1000 transaksi per detik. Percepatan transaksi ini naik secara signifikan, yang sebelumnya hanya 60 transaksi per detik pada pelaksanaan MPN G2.

Kemudahan penyetoran penerimaan negara dapat dilakukan melalui dompet elektronik, transfer bank, virtual account, dan kartu kredit yang dilaksanakan oleh agen penerimaan yang dikenal dengan lembaga persepsi lainnya seperti e-commerce, retailer, dan fintech.

Adapun modernisasi sistem penerimaan negara dan pengelolaan APBN dilakukan untuk memenuhi tiga tuntutan, yaitu meningkatkan kolektibilitas penerimaan negara, memudahkan penyetor untuk memenuhi kewajibannya, dan adaptasi dengan perubahan teknologi informasi. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperbaiki tata kelola, bisnis proses, serta organisasi.

“Kita coba reformasi agar bisnis proses terlihat pelayanan kepada masyarakat agar bisa bayar pajak, mudah dan pasti. Bagaimana agar yang kelola pun bisa kelola dengan pasti, mudah, dan tidak bocor, makanya perlu teknologi, makanya kita buat MPN generasi satu,” jelasnya.

Selain itu, menkeu juga mengatakan bahwa ada sejumlah inovasi digital lainnya, yaitu integrasi penyetoran pajak atas belanja daerah, rekening virtual untuk bendahara pengeluaran, serta pembayaran digital dan marketplace untuk belanja uang persediaan.

“Semua inovasi ini saling mendukung dan menciptakan ekosistem keuangan negara berbasis teknologi informasi sehingga misi menjadikan APBN berbasis digital dapat tercapai,” jelasnya.

Sebagai informasi, MPN merupakan salah satu sistem utama di Kemenkeu. Pada 2018, dari Rp 2.064 triliun penerimaan negara, Rp 1.904 triliun disetor melalui MPN, atau sekitar 92%. Sisanya berasal dari potongan surat perintah membayar dan setoran langsung ke rekening kas negara.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN