Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lee Kang Hyun, COO Hyundai Motor Asia Pacific, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Lee Kang Hyun, COO Hyundai Motor Asia Pacific, dalam forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, hari ke-2 Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Percepat Pengembangan Mobil Listrik, Berikut Usulan Hyundai

Rabu, 14 Juli 2021 | 17:49 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan produksi EV pada 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk roda 4 atau lebih, dan untuk roda 2 dapat mencapai hingga 2,45 juta unit. Perusahaan mobil asal Korea Selatan, Hyundai memberikan beberapa usulan kepada pemerintah agar mobil listrik cepat berkembang di dalam negeri.

Chief operating Officer (COO) Hyundai Motor Asia Pacific Lee Kang Hyun menerangkan, tercapainya target tersebut pada 2030 tergantung dari kebijakan pemerintah dan bagaimana menurunkan harga mobil khususnya harga baterai.

Dia mengusulkan pemerintah untuk membeli mobil listrik. Langkah itu bisa menjadi pedoman dari pemerintah dalam mendorong investor untuk investasi di Indonesia dan memproduksi mobil listrik di Indonesia.

“Jadi kami harapkan pemerintah juga membeli banyak mobil listrik dan bukan hanya perencanaan dari pemerintah saja, tapi harusnya masuk anggaran. Jadi pemerintah bisa mengganti dari ICE ke EV secepatnya,” kata Lee dalam acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 Sesi 4: Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan, yang disiarkan secara daring, Rabu (14/7).

Usul lainnya adalah mengenai stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang saat ini masih di bawah 200 unit. Lee mengatakan, pemerintah perlu menambah aturan mengenai hal tersebut, seperti pembangunan apartemen dan gedung harus membangun SPKLU.

“Karena di luar negeri sudah seperti itu,” ucap dia.

Lalu mengenai TKDN 35% dalam mobil listrik pada 2023, Lee meragukan bisa tercapai, karena industri baterainya belum ada dan dapat menyulitkan investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Dia mengusulkan kepada pemerintah agar menerapkan TKDN pada Research and Development (R&D) dan perakitan. Baru mulai 2024 dengan industri baterai sudah terbentuk dan pasar sudah besar, pemerintah bisa mengenakan TKDN pada bahan bakunya.

“Jadi akhirnya di Indonesia bisa memproduksi mobil listrik secara penuh di atas 2029, memang secara total bisa di atas 80% dicakup TKDN. Industri mobil listrik bisa benar-benar dibangun dan berkembang di Indonesia,” kata dia.

Lee mengapreasiasi kebijakan baru pemerintah, yakni Peraturan Pemerintah No 74/2021 tentang tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Sebab PP No 74 ini memberikan keringanan berupa tarif PPnBM 0% untuk mobil listrik, sehingga mobil listrik akan memiliki harga jual lebih murah dibandingkan harga jual mobil bermesin konvensional.

Pada PP ini, dalam tahap kedua pemerintah berencana menambah tarif PPnBM mobil bermesin konvensional sehingga ke depan harga jual mobil konvensional akan lebih mahal dibandingkan mobil listrik.

"Kami juga mengusulkan komponen pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang 0% bersifat nasional, karena selama ini, baru Pemda Jakarta yang menerapkan BBNKB 0% mobil listrik," kata dia.

Hyundai sendiri telah membangun pabrik di Deltamas Cikarang dengan nilai investasi mencapai US$ 1,5 miliar. Di pabrik seluas 77 hektare tersebut, kapasitas produksinya mencapai 150.000–200.000 unit per tahun. Mereka pada Maret 2021 telah memulai pilot production, dan pada akhir 2021 akan meluncurkan satu model mobil dengan mesin konvensional atau internal combustion engine (ICE). Sedangkan tahun depan ada rencana mengeluarkan 2 model ICE dan 1 mobil listrik meluncurkan CKD di Indonesia sekitar Maret 2022.

Lee mengatakan, Hyundai melihat pasar mobil listrik di Indonesia sangat besar di masa mendatang. Optimisme ini tentu sangat bergantung dengan kebijakan pemerintah. Karena seperti di negara-negara lain di dunia, mereka memberikan subsidi pada mobil listrik.

"Pemerintah Indonesia belum memberikan subsidi untuk mobil listrik, sehingga perlu kebijakan untuk mendorong mobil listrik semakin banyak di jalan Indonesia," kata dia.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN