Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas penerimaan gas di darat (onshore receiving facilities/ORF) yang merupakan bagian dari pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) Fase I yang dikelola PT Kalimantan Jawa Gas, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (sumber: doc. PGN)

Fasilitas penerimaan gas di darat (onshore receiving facilities/ORF) yang merupakan bagian dari pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) Fase I yang dikelola PT Kalimantan Jawa Gas, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (sumber: doc. PGN)

Perkuat Pasokan Gas Jawa Tengah, PGN Optimalkan Pipa Kalija

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 06:31 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengoptimalkan pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) Fase I untuk memperkuat pasokan dan layanan gas di Jawa Tengah. PGN berencana menghubungkan industri di Semarang dengan pipa yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) ini.

Pipa Kalija sepanjang 200 kilometer (km) ini awalnya hanya menghubungkan Lapangan Kepodang yang digarap Saka Energi Muriah Ltd dengan PLTU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero). Namun, pada Mei kemarin, KJG telah merampungkan pembangunan pipa jumperline dari pipa di Upstream Meter KJG ke pipa interkoneksi Tambak Rejo Tambak Lorok (TRTL).

Direktur Utama KJG Toto Yulianto menjelaskan, setelah diresmikannya jumperline di Tambak Lorok, penyaluran gas bumi dari Lapangan Kepodang melalui Pipa Kalija 1 untuk Jawa Tengah dapat lebih fleksibel dan handal. Tidak hanya ke pembangkit listrik, penyaluran gas bumi akan lebih luas hingga sektor industri, SPBG Kaligawe, dan Mother Station CNG Semarang.

“Pipa jumperline digunakan untuk penyaluran gas untuk industri dengan melakukan pengembangan pipa distribusi dari Tambak Lorok sampai dengan Mangkang dan KIK Kendal,” kata Toto dalam keterangan resminya, Jumat (1/10).

Di Mother Station CNG Semarang yang dikembangkan bersama PT Pertagas Niaga, gas akan dikompres menjadi gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) untuk diniagakan ke pasar yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas. Mother Station menggunakan 4 compressor kapasitas 1.300 meter kubik per jam atau setara dengan 3 miliar british thermal unit per hari (billion british thermal unit per day/BBTUD).

Hingga saat ini, PGN di area Semarang dan sekitarnya melayani 14 pelanggan komersial industri, 6 pelanggan kecil UMKM, dan 13.700 pelanggan rumah tangga di wilayah Jawa Tengah. Di sektor industri, gas bumi disalurkan ke industri di Demak, termasuk PT Aroma Kopi dengan volume sekitar 2,5 BBTUD. Total penyaluran gasnya sekitar 17 BBTUD.

Toto melanjutkan, pembangunan interkoneksi pipa ini juga untuk mempersiapkan jalur distribusi gas bumi di kawasan industri, seperti di Batang dan Kendal. “KJG mendukung penuh upaya PGN untuk penguatan penguatan konektivitas gas bumi agar dapat memberi nilai tambah di pusat-pusat ekonomi di Jawa Tengah. Jika perkembangan industri semakin menggeliat, maka dapat memperkuat investasi daerah,” ujar dia.

Tak hanya untuk konsumen hilir, adanya Jumperline Tambak Lorok mendukung PT Rekayasa Industri (Rekind) dalam commissioning Lapangan Jambaran Tiung Biru. Gas bumi yang diperlukan untuk proses commisioning sebesar 4-8 BBTUD selama 6-8 bulan.

“Jaringan Pipa Transmisi Gas Bumi Kalija berkontribusi dalam penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bermanfaat sebagai sumber energi pembangkit listrik, industri, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM,” tutur Toto.

Sepanjang 2021, realisasi penyaluran transportasi gas melalui Pipa Kalija 1 tercatat sebesar 20,65 BBTUD. Pipa ini terdiri dari jaringan offshore dan nearshore, serta fasilitas penerimaan gas di darat (onshore receiving facilities/ORF). 

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN