Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) gelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pada 19-20 Desember 2019 di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) gelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pada 19-20 Desember 2019 di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta.

Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah, KKP Gelar Rapat Kinerja Teknis

Minggu, 22 Desember 2019 | 12:31 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

YOGYAKARTA, investor.id - Sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tanggal 4-5 Desember lalu, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pada 19-20 Desember 2019 di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta.

Dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kinerja Industri Kelautan dan Perikanan Melalui Sinergi Pusat dan Daerah”, Rakernis ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Sri Paduka Paku, Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo, Ditjen PDSPKP Agus Suherman serta melibatkan seluruh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi di Indonesia dan mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rakernis ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas program kerja antara Ditjen PDSPKP dengan pemangku kepentingan dan juga dapat mendukung program kerja Ditjen PDSPKP dengan baik dan terintegrasi.

Agus mengatakan dalam 2 hari pelaksanaan rakernis ini, selain akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pengembangan klaster perikanan dengan perbankan dan asuransi, juga dilakukan pembahasan kerja sama dengan PT Pelindo III dan PT Pelni terkait logistik ikan.

“ Pada awal tahun ini, juga dilakukan diskusi dengan kepala dinas bahwa mereka akan menangani budidaya penangkapan ikan dan akan merencanakan klaster pemindang pengolahan di beberapa titik,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Pihaknya juga akan memperluas program Gerakan Makan Ikan (Gemarikan), saat ini angka konsumsi ikan di Yogyakarta masih 31 Kg per kapita per tahun sementara angka konsumsi ikan nasional sudah mencapai 54 Kg per kapita per tahun.

Ia berharap adanya perluasan program Gemarikan bisa mengatasi stunting dan meningkatkan kandungan gizi masyarakat.

Program kampung pengolahan perikanan juga akan dilanjutkan dengan menggunakan pola klaster, salah satunya dengan membuat pasar ikan modern dan sentra kuliner.

Edhy mengatakan pemerintah pusat dan daerah harus saling bersinergi dan keduanya harus membangun komunikasi yang kuat,

Perikanan memang berbeda dengan pertanian, industri pertanian semakin diproses semakin mahal biayanya sebaliknya industri perikanan semakin tidak diproses maka harganya jatuh maka diperlukan sinergi yang kuat antara pusat, pelaku usaha dan daerah.

Jika ada over supply ikan di daerah maka harus dilaporkan ke pusat dan solusinya bisa dibuatkan cold storage.

Ia juga mendorong  agar masyarakat melalukan diversifikasi produk perikanan menjadi makanan yang lezat agar bisa dieskpor.

Terobosan pemerintah melalui KUR juga harus dimanfaatkan, pada tahun 2020 jumlah KUR yang akan disalurkan Rp 190 triliun dengan bunga awalnya 7% menjadi 6%.

Kemudian pinjaman yang awalnya Rp 25 juta tanpa agunan menjadi Rp 50 juta tanpa agunan ditambah lagi bisa diambil secara kolektif untuk anggota kelompok.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN