Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto: Istimewa

Kegiatan muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto: Istimewa

Permendag 25/2022 Disosialisasikan, Beri Kemudahan Importir

Kamis, 25 Agustus 2022 | 21:51 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Untuk memberikan kemudahan dan kecepatan perizinan bagi importir, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 25 Tahun 2022 sebagai perubahan atas Permendag 20/2021.

Bahkan dalam beleid itu disebutkan, kemudahan perizinan bagi importir lantaran dilakukan secara online atau digital itu akan keluar maksimal dalam 5 hari kerja jika dokumen telah lengkap.

Hal tersebut terungkap dalam acara sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang digelar oleh Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Jawa Timur di Surabaya yang dilaksanakan pada 24-25 Agustus 2022.

Baca juga: Komitmen Keberlanjutan, Indocement Jalin Kolaborasi Pengelolaan Sampah Kantong Semen

Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono memaparkan, pelaku usaha yang ditetapkan sebagai eksportir bereputasi baik (EBB) dan importir bereputasi baik (IBB) diberikan fasilitas/kemudahan atas perizinan berusaha di bidang perdagangan berupa penerbitan perizinan berusaha di bidang ekspor dan impor secara elektronik dan otomatis.

Sosialisasi Permendag 25/2022. (Foto: Ist)

“Eksportir bereputasi baik dan importir bereputasi baik adalah reward bagi pelaku usaha dari Kementerian Perdagangan untuk pelaku usaha yang patuh dalam pelaksanaan perizinan berusaha di bidang ekspor dan impor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/8/2022).

Very menambahkan, adapun mekanisme pelaku usaha agar bisa menjadi EBB atau IBB dapat ditempuh melalui dua cara.

Pertama, bagi AEO dan MITA Kepabeanan, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dapat merekomendasikan eksportir dan/atau importir kepada mendag melalui dirjen daglu disertai dengan surat kesanggupan eksportir dan/atau Importir atas pemenuhan kriteria EBB/IBB.

Bagi penerima penghargaan Primaniyarta, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional dapat merekomendasikan eksportir kepada mendag melalui dirjen daglu disertai surat kesanggupan eksportir atas pemenuhan kriteria EBB.

Kedua, untuk dapat ditetapkan sebagai EBB/IBB, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian dapat merekomendasikan eksportir dan/atau importir kepada mendag melalui dirjen daglu disertai dengan surat kesanggupan eksportir dan/atau importir atas pemenuhan kriteria EBB/IBB.

Direktur Impor Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan menegaskan bahwa ada beberapa hal yang harus dipahami importir agar izin impor mereka bisa langsung diproses maksimal dalam lima hari kerja.

Sebagai peraturan menteri yang baru, lanjutnya, Permendag 25/2022 merupakan kumpulan dari pengaturan impor yang terpisah per komoditi dan sekarang menjadi satu. Untuk itu Kemendag berharap para pelaku usaha paham karena bisa dipastikan satu pasal dengan pasal yang lain akan ada keterkaitan.

“Ini yang harus dipahami pelaku usaha. Intinya dengan Permendag 25/2022 pemerintah berharap bisa memberikan kemudahan karena semuanya diurus secara online tanpa tatap muka,” ujar Sihard.

Sistem INSW

Dalam aturan baru tersebut, para importir atau pelaku usaha diwajibkan untuk mengajukan permohonan secara elektronik kepada menteri melalui Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).

Kemudian, untuk mendapatkan pengajuan permohonan secara elektronik, importir harus memiliki hak akses yang bisa diperoleh dengan melakukan registrasi melalui SINSW dan mengunggah hasil dokumen asli.

Apabila dokumen tersebut telah diterima, maka nantinya direktur jenderal atas nama menteri menerbitkan perizinan berusaha di bidang impor melalui INATRADE yang diteruskan ke SINSW dengan menggunakan tanda tangan elektronik dan mencantumkan QR. Izin usaha akan diberikan jangka waktu paling lama 5 hari kerja terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap sesuai persyaratan.

“Sehingga perijinan-perijinan yang kita keluarkan, ketika berkas lengkap dan benar, maka akan cepat keluar. Karena ditargetkan 5 hari kerja harus bisa selesai,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Ginsi Jatim, Bambang Sukadi mengungkapkan bawah pemahaman pelaku usaha atau importir Jatim terhadap sejumlah aturan memang masih kurang. Apalagi seringkali ada aturan yang tiba-tiba diundangkan pemerintah di saat barang sudah masuk di pelabuhan.

Baca juga: Simak, Sri Mulyani Buka-bukaan soal Subsidi Energi Rp 502 T

Ginsi Jatim selalu berusaha memberikan solusi persoalan importir yang terkait dengan peraturan yang telah ditetapkan, yaitu persoalan peraturan yang datang tiba-tiba disaat barang sudah masuk di pelabuhan, karena otomatis harus dilengkapi.

Menurutnya, Ginsi Jatim telah mengadakan sosialisasi tentang sejumlah aturan dengan mengundang importir terkait. Dan antusias importir juga sangat besar. Saat ini, ada sekitar 200 pelaku impor yang datang, padahal awalnya sosialisasi ditargetkan hanya untuk 100 pelaku usaha. Hal ini menandakan, keinginan importir Jatim untuk belajar sangat besar.

Bambang Sumadi menegaskan bahwa dampak positif dari Permendag 25/2022 adalah kemudahan kelancaran arus barang impor.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com