Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartika Wirjoatmodjo

Kartika Wirjoatmodjo

Permintaan Kredit Kuartal IV Diproyeksikan Meningkat

Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:49 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memprediksi permintaan kredit akan mulai bangkit pada kuartal IV-2020 menuju positif. Hal ini seiring langkah penempatan dana yang dilakukan pemerintah di Bank Himbara maupun swasta melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  

“Diharapkan pertumbuhan kredit pada kuartal IV akan menuju ke teritori positif lagi,” ujarnya dalam Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Selasa (20/10).

Ia mengatakan bahwa pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 78,78 triliun, telah terealisasikan Rp 64,50 triliun atau 81,87%.  Bahkan Bank Himbara sudah me-leverage hingga tiga kali lipat dari penempatan dana sebesar Rp 30 triliun.

Menurutnya pencairan dana tersebut telah mengerek laju pertumbuhan kredit di dalam negeri.

“Sehingga, pencairan kredit di bulan September dan Oktober ini mulai menunjukkan geliat, karena dengan ekspansi pencairan kredit dengan dasar funding dari Kementerian Keuangan ini men-create pertumbuhan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut optimistis peningkatan permintaan kredit juga didorong penurunan restrukturisasi kredit baru di perbankan, yang diikuti dengan permintaan kredit baru yang mulai meningkat. Meskipun permintaan kredit tidak datang dari debitur baru, permintaan kredit baru tersebut datang dari debitur lama (existing debitur).

“Jadi dari indikator ini yang terjadi di Himpunan Bank Negara (Himbara), keyakinan pengusaha untuk beroperasi kembali dan meminta modal kerja mulai terjadi," ujarnya.

Menurutnya sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada bulan Maret terjadi lonjakan signifikan pengajuan restrukturisasi di perbankan terjadi April, Mei ,Juni.

Bulan Oktober apalagi menuju minggu kedua dan ketiga ini permintaan restrukturisasi menurun signifkan sekali bahkan hampir tidak ada di Bank Himbara.

Menurutnya dengan kondisi geografis Indonesia yang luas juga tercatat lebih banyak banyak area yang tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. Sehingga, permintaan kredit baru tercatat meningkat di area rural dan agrikultur.

Tantangan saat ini, menurutnya datang dari sektor-sektor yang terdampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti retail, restoran, dan perhotelan. Di lain sisi, permintaan kredit dari sektor korporasi juga tercatat masih melambat.

Sementara untuk pembiayaan korporasi dalam program PEN yang belum ada peminat, kata Kartika lebih disebabkan pelaku korporasi  masih melakukan wait and see untuk membuat permintaan kredit baru, sampai vaksin Covid-19 bisa terealisasikan.

“PR kita yang lebih besar di 2021, selain bagaimana meningkatkan kredit, juga bagaimana meningkatkan arus investasi baru," tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN